Puncak Kimuwu Jadi Saksi Suksesnya Festival Mahatambulelen

Puncak Kimuwu Jadi Saksi Suksesnya Festival Mahatambulelen

SulutDaily || Warembungan – Festival Mahatambulelen yang diramu menjadi sebua pesta seni budaya  dimana festival ini diadakan guna memperingati hari raya bulan besar atau bulan purnama. Kegiatan ini dilaksanak selama tiga hari mulai dari tanggal 25-27 juni 2021 dan Puncak Kimuwu menjadi pusat kegiatan ini.

Tonaas Rinto Tarore menjelaskan bahwa kegiatan ini diangkat dari tradisi tua orang Minahasa. “Festival Mahatanbulelen ini sebenarnya diangkat dari nilai-nilai tradisi tua, dulu setiap bulan purnama ada upacara adat upacara adai ini disebut upacara adat mahatambulelen. Arti dari Mahatambulelen sendiri berasal dari kata Bulelen yang artinya bulan yang bagus atau berbentuk sempurna”.

Tonaas Rinto menambahkan kegiatan ini dilaksanakan agar menjadi ruang belajar memahami tentang keminahasaan.  “ Kegiatan Mahatambulelen ini dilaksanakan agar dapat menjadi ruang belajar untuk generasi muda”. Tutupnya.

Kezia Rantung salah satu pengisi acara dalam kegiatan ini sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini dan kedepannya ada lagi kegiatan kegiatan seperi ini yang mengangkat nilai Budaya Minahasa. “Kegiatan ini bagus sekali, memberi wadah untuk anak-anak muda Minahasa. Disini torang boleh mengungkapkan torang pe keresahan tentang lingkungan, torang pe tanah adat, segala macam yang berbau minahasa dan torang perlu wadah seperti ini kedepannya boleh ada lagi kegiatan seperti ini”. Pungkas Kezia

Rifky Sagai selaku sala satu penyelenggara kegiatan menambahkan, bahwa kegiatan ini memberi spririt baru bagi generasi muda untuk memperhatikan kembali cara-cara orang tua dulu untuk kita lestarikan bersama. Sangat penting karena ini adalah pengetahuan – pengetahuan yang luar biasa yang ditinggalkan oleh torang pe leluhur.tutup sagai

Dalam tiga hari kegiatan banyak agenda yang dilaksanakan mulai dari ritual upacara adat, pameran karya seni rupa, Diskusi sekaligus pemutaran film, pementasan tarian adat, sampai pada pementasan musik dan baca puisi. Dan Kegiatan ini bukan hanya dihadiri oleh orang Minahasa tapi ada juga yang berasal dari suku Dayak yang ada di kalimantan dan bukan hanya hadir tetapi juga mereka mengisi acara melalui dari pementasan tarian adat sampai pementasan alat musik khas suku dayak.

Kegiatan Mahatambulelen ini berjalan dengan lancar dengan mematuhi anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan. HW

CATEGORIES
Share This