WCS Gandeng Garda Transfumi Sulut dan Rumah BUMN Latih Kelompok Ibu di Desa Bulutui – Likupang

WCS Gandeng Garda Transfumi Sulut dan Rumah BUMN Latih Kelompok Ibu di Desa Bulutui – Likupang

MINAHASA UTARA – Wildlife Conservation Society (WCS) yaitu suatu lembaga penelitian Internasional yang bermarkas di New York mengandeng nara sumber dari Garda Transfumi (GT) Provinsi Sulawesi Utara dan  Rumah BUMN Telkom mengelar pelatihan untuk sejumlah ibu rumah tangga di Desa Bulutui, Kecamatan Likupang Barat, Senin (26/06/2023).

Praktek membuat bakso ikan oleh Movement Manager Garda Transfumi Sulawesi Utara Desty Lotulung di Desa Bulutui, Kecamatan Likupang Barat, Senin (26/06/2023).

WCS sebagai lembaga non profit yang sudah lama eksis mendukung pemerintah Indonesia dan kali ini membuat program untuk melatih Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) di wilayah pesisir yang juga desa peyanggah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang. Bertajuk ‘Pelatihan Penguatan Kapasitas Poklahsar Desa Bulutui: Penerapan Cara Produksi Pengan Olahan yang baik (CPPOB) dan Design Kemasan program ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian keluarga melalui hasil produksi ibu-ibu yang dilatih.

Ada sepuluh orang ibu yang dilatih. Mereka diajar bagaimana menghadirkan produk olahan dari ikan yang higienis dan berstandar nasional sehingga bisa menjual produknya bukan hanya di skala lokal. “Harapan kami dari pelatihan ini ibu-ibu akan punya usaha tambahan dan menopang ekonomi keluarga sambil menjaga ekosistem laut secara tidak langsung,” ungkap ComDev Senior WCS Meldus Tami didampingi Elisa Lengkong Comdev Community Officer WCS Elisa Lengkong dan Fasilitator Pelatihan Claudia Mananoma.

Sementara itu, Movement Manager Garda Transfumi Sulut Desty Lotulung memaparkan tentang bagaimana kemasan akan berperan penting dalam pemasaran suatu produk. Untuk diketahui GT adalah organisasi nirlaba berisi para relawan Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) binaan Kemenkop RI untuk membantu UMKM lainnya dalam pengurusan izin hingga pengembangan usaha.

“Produk yang dikemas dengan brand dan design yang unik dan sesuai dengan standar BPOM sudah pasti akan laris karena orang tidak akan segan untuk mencoba, membeli dan berlangganan produk tersebut,” ungkap owner DeDodika yang mahir membuat aneka makanan dan kue tradisional ini.

Dalam pelatihan ini Ibu Desty juga mempraktekkan langsung bagaimana membuat bakso ikan yang enak bisa direbus atau digoreng dan tanpa bahan pengawet. Ia juga menantang para ibu-ibu untuk segera melancarkan usaha UMKM melalui kelompok mereka dan bisa ikut memasarkan produknya di Likupang Tourism Festival yang agendanya di akhir Juli mendatang.

Ibu Husna Laisilang seorang peserta mengaku sangat senang dengan sistem pelatihan ini karena bukan hanya datang, duduk pulang tetapi mereka didampingi hingga tahu cara pemasaran produknya. “Ada teori  ada praktek bahkan kami ditantang jualan di pameran serta nanti juga akan diajarkan jualan di media sosial dan jejaring UMKM lainnya. Jadi sangat bangga bisa jadi peserta di kegiatan seperti ini,” ujarnya penuh semangat.

Dalam kegiatan ini juga hadir sebagai narasumber lainnya Ibu Yudith Sandri Rondonuwu dari relawan Garda Transfumi Sulawesi Utara dan Pemateri dari Rumah BUMN Telkom Airmadidi Ibu Florentia Lengkong yang ikut mendampingi pembuatan Nomor Induk Berusha (NIB). NIB menjadi surat izin yang sangat penting untuk UMKM karena nantinya akan menjadi prasyarat untuk mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), syarat untuk mengikuti pelatihan lanjutan dari instansi-instansi pemerintah dan banyak manfaat lainnya.(*)

CATEGORIES
TAGS
Share This