Fakultas Teologi UKIT Berbagi Kasih dengan Para Korban Bencana Banjir
SULUTDAILY|| Manado Tim “Berbagi Kasih” Fakultas Teologi UKIT, Kamis (23/01/2014) menyalurkan bantuan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moril kepada para korban banjir di Manado. Tim ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teologi UKIT, Pdt. Dr. Karolina A. Kaunang, di dampingi Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Pdt. Leonard Masalamate, M.Teol.
Bersama-sama dengan tim, Rektor UKIT Pdt. Dr. Richard A.D. Siwu yang juga membagikan bantuan dari rektorat UKIT dan Lembaga Amanat Mahasiswa UKIT. Bantuan disalurkan di beberapa tempat yang mengalami banjir yang sangat parah. Posko-posko yang sempat dikunjungi dan menerima bantuan dari Fakultas Teologi UKIT, yaitu Posko GMIM Piniel Kairagi, GMIM Syalom dan GMIM Yarden Dendengan Dalam, GMIM Maranatha Karame dan GMIM Samaria Pakowa. Bantuan diserahkan langsung oleh Dekan Pdt. Dr. Karolina Kaunang bersama tim berlangsung dari siang hari hingga malam.
Menurut salah seorang tim, Denny Pinontoaan mengatakan bantuan dari Fakultas Teologi UKIT berasal dari para dosen, pegawai, mahasiswa dan alumni yang dikumpulkan di kampus. Para penyumbang memberikan bantuannya secara spontan sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan atas bencana yang menimpa warga Manado. Lokasi-lokasi yang dikunjungi memperlihatkan sebuah pemandangan yang memprihatinkan.
Banjir bandang pada Rabu, 15 Januari 2014 lalu menerjang rumah warga, ada yang dipenuhi dengan lumpur, rusak parah hingga banyak yang hanyut. Meski bencana banjir terjadi seminggu yang lalu, namun kondisi pemukiman, yaitu rumah dan perabotan serta peralatan rumah tangga lainnya, jalan-jalan, halaman rumah masih dalam kondisi yang sangat memperihatinkan. “Adoh kasiang, torang pe rumah abis. Samua abis. Kurang baju di badan yang ta sisa. Makase banyak so datang lia pa torang kong kase akang lei bantuan,” ujar seorang bapak korban banjir di Dendengan Dalam.
Tim juga berkunjung di rumah Dr. Ivan R.B. Kaunang (Kel. Kaunang-Mende), dosen Program Pasca Sarjana Teologi UKIT di Tikala. Sebagian besar di rumah di kompleks itu terendam air dan lumpur. “Sudah satu minggu kami keluarga yang dibantu oleh teman-teman, baik dari Warembungan maupun dari Manado sendiri membersihkan rumah, namun kondisi masih sangat parah. Buku-buku saya banyak yang rusak, dan juga berkas-berkas pentingnya lainnya,” ujar Ivan Kaunang bersama istrinya.
Di Kelurahan Karame, tim “Berbagi Kasih” Fakultas Teologi UKIT menyalurkan bantuan melalui posko yang disiapkan oleh jemaat GMIM Maranatha. Sama halnya di lokasi banjir lainnya, kondisi pemukiman di situ juga sangat memprihatinkan. Rumah-rumah masih dipenuhi dengan lumpur yang dibawa oleh air banjir. Perabotan rumah rusak parah.
Tim kemudian menuju Posko GMIM Samaria Pakowa. Puluhan rumah yang pas berada di bantaran sungai Yarden rusak parah dan dan bahkan banyak di antaranya yang hanyut terbawa arus sungai. Warga yang rumahnya rusak dan hanyut kemudian mengungsi di gedung gereja GMIM Samaria. Setelah seminggu bencana banjir, masih ada puluhan warga yang bertahan di pengungsian, yang lainnya sudah pindah ke rumah keluarga terdekat. Di tempat pengungsian itu ada puluhan anak-anak dan dua balita.(JbR)