
SULUTDAILY|| Ratahan – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara pisah sambut Wakapolres Minahasa Temggara (Mitra), Kompol Sammy Pandelaki, di Mapolres Mitra, Kamis (2/10/2025). Dalam momen bersejarah itu, Pandelaki menyampaikan kesan dan pesan terakhirnya setelah menutup 38 tahun pengabdian di Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Di penghujung masa dinas ini saya bersyukur, karena boleh bertemu dengan seorang kapolres yang menjadi panutan, bukan hanya bagi saya tapi seluruh anggota Polres Mitra,” ungkap Pandelaki dalam sambutannya.
Dengan penuh rasa hormat, ia memuji kepemimpinan Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya yang dinilainya bukan hanya piawai dalam pertahanan, tetapi juga mahir dalam strategi menjaga kekompakan jajaran.
“Pak Kapolres adalah sosok yang selalu menyapa anggota lebih dulu. Itu membuat kami tenang sekaligus belajar bagaimana seorang pemimpin memberi perhatian,” tambahnya.
Menurut Pandelaki, kapolres adalah figur yang merangkul, penuh ketenangan, dan selalu mencari jalan keluar di tengah persoalan. Bahkan, ia mengakui kerap belajar membaca bahasa tubuh sang kapolres dalam menentukan langkah cepat.
Momen paling mengharukan bagi Pandelaki adalah saat diputarkan video selayang pandang perjalanan kariernya. “Saya sampai terangkat dari tempat duduk. Ini sangat menyentuh,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Di hadapan jajaran perwira, anggota, hingga Bhayangkari, ia berpesan agar kebersamaan yang telah terbangun tetap dijaga sebagai modal besar menjaga marwah Polres Mitra. “Saya penuh keterbatasan, jauh dari sempurna. Karena itu saya mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan,” tuturnya dengan rendah hati.
Sebagai penutup, Pandelaki melantunkan sebuah pantun yang menambah suasana haru:
“Dari Ratahan jalan-jalan ke Touluaan, Mampir di Tombatu dapat kiriman ikan cakalang dari Belang dan buah-buahan dari Ratatotok.
Mana tahan berpisah dengan Kapolres dan rekan-rekan sekalian karena kebaikan hati dari bapak-ibu sekalian,
Semoga tidak ada penghalang untuk kita bersua kembali.
Kita berdoa Tuhan menolong ketika mengantarkan jalan kita untuk bersua kembali.”
Upacara Pedang Pora Penuh Khidmat
Usai sambutan, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi Pedang Pora sebagai penghormatan terakhir. Barisan perwira membentuk pagar kehormatan, mengiringi langkah sang perwira melewati gerbang pedang pora dengan suasana haru.
Di ujung barisan, sebuah kejutan telah disiapkan. Pihak Polres Mitra menghadiahkan 1 unit sepeda motor matic lengkap dengan helm dan dokumen resmi kepada Pandelaki dan istri sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya.
Sang wakapolres beserta istri kemudian diantar dengan pengawalan motor patwal menuju kediamannya di Desa Noongan, Minahasa. Perjalanan pulang itu menjadi simbol penutup pengabdian panjangnya di institusi Polri, sekaligus awal dari babak baru dalam kehidupan keluarga Pandelaki.
Wartawan Ikut Melepas
Tak hanya jajaran internal kepolisian, rekan-rekan wartawan yang selama ini menjadi mitra kerja juga turut melepas Pandelaki dengan penuh rasa hormat.
“Beliau sosok yang sangat welcome, terbuka, dan menjadi mitra kerja yang baik selama bertugas di Polres Mitra. Banyak selamat Pak Waka, setelah tuntas mengabdi selama 38 tahun, kini saatnya menikmati kebersamaan dengan keluarga dan masyarakat,” ungkap perwakilan jurnalis yang hadir. (***)




