SULUTDAILY|| Kotamobagu- Basarnas Manado menggelar Pelatihan Jungle Rescue di Kotamobagu Selasa (09/07/2019) di Hotel Sutan Raja Kotamobagu.
Diawali dengan penerimaan pendaftaran di hotel Tamasya, bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan tersebut. Terlihat antusiasme masyarakat dengan melebihinya pendaftar dari target yang sudah di tentukan.
Pembukaan pelatihan ini bertempat . Acara dibuka dengan resmi oleh Direktur Bina Potensi F. Indrajaya Marsekal Pertama TNI. Pelatihan Potensi SAR ini di ikuti 49 peserta. Para peserta yaitu TNI, POLISI, pencinta Alam, PMI, instansi pemerintah serta warga setempat. Pelatihan basarnas ini merupakan yang pertama kalinya di adakan di Kotamobagu.
Kepala Kantor SAR Manado Gede Darmada mengungkapkan harapannya akan kegiatan pelatihan ini. “Harapan dari kegiatan ini agar kedepannya peserta bisa saling berkoordinasi apabila terjadi kecelakaan atau bencana yang membahayakan jiwa manusia, serta meminimalisir kejadian kecelakaan warga hilang dan tersesat dihutan atau perkebunan yang tidak terpantau.” tuturnya
Direktur Bina Potensi F. Indrajaya menjelaskan, “Saat ini Basarnas sedang dalam proses meningkatkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia, dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi. Salah satu keberhasilan operasi SAR adalah tertolongnya jumlah korban yang di selamatkan baik hidup atau meninggal, dengan memperpendek respon time melalui upaya tindak awal pada setiap operasi SAR dan salah satu garda depan pelaksanaan operasi SAR adalah para rescuer dan para potensi SAR yang saat ini telah di persiapkan.” ungkapnya.
Keberhasilan SAR dalam menangani terjadinya kecelakaan atau bencana ditentukan beberapa faktor, salah satunya pengendalian dan koordinasi atas potensi. Dengan dilaksanakannya pelatihan jungle rescue merupakan salah satu upaya untuk memperoleh sumber daya manusia SAR yang professional. Agar kedepannya mampu melaksanakan tugas operasi SAR khususnya gunung dan hutan.(*jr)







