SULUTDAILY|| Manado- Deputi Direktur KPw BI Sulut Renold Asri mengakui, pertumbuhan ekonomi Sulut yang sebagian besar aktivitas ekonominya ditopang oleh sektor UMKM, maka BI Sulut terus melanjutkan strategi pengembangan UMKM dan klaster unggulan secara terintegrasi melalui program Petani dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (PATUA dan WANUA) yang berfokus pada penguatan aspek kelembagaan, kapasitas, dan akses keuangan.
BI Sulut juga terus berkomitmen mendorong penguatan ekonomi keuangan syariah di Sulawesi Utara melalui pengembangan ekosistem produk halal, pembiayaan syariah, serta literasi ekonomi syariah.
‘’Sebagai langkah konkrit dukungan BI Sulut terhadap pengembangan UMKM dan Eksyar, BI Sulut telah menyelenggarakan berbagai Sinergi Flagship Program bersama pemerintah dan stakeholder terkait seperti Urban Economy digifest, Festival Economy Syariah, dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPIP),’’kata Renold di acara High Level Event Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 Jumat, (28/11/2025) aula KPw BI Sulut.
Sementara itu, Pakar Ekonomi Digital, Dr Christofel Mardy Mintardjo SE, MM menekankan percepatan digitalisasi UMKM lokal di Sulawesi Utara menjadi kebutuhan mendesak dan bukan sekadar tren, melainkan strategi survival dan pertumbuhan di era ekonomi digital menekankan bahwa digitalisasi ini bukan ancaman, tapi peluang besar bagi UMKM Sulut untuk naik kelas.
Salah satu hal yang harus dilakukan yakni hidupkan kembali semangat Mapalus dalam bisnis UMKM jangan berjalan sendiri-sendiri.
‘’Bergabunglah dalam komunitas digital, berbagi pengalaman, dan saling dukung. Sama seperti dalam mapalus—kerja kolektif akan lebih kuat daripada kerja individual.Dengan semangat Si Tou Timou Tumou Tou dan mapalus, saya yakin UMKM Sulawesi Utara tidak hanya mampu bertahan dalam arus digitalisasi, tetapi juga menjadikannya sebagai lompatan menuju kemandirian dan daya saing global,’’ kata Dr Christofel Mardy Mintardjo, Dosen di Fakultas Ekonomi Unsrat Manado. (Jr)












