
SULUTDAILY|| Ratatotok – Aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Kebun Raya Megawati Soekarno Putri, Ratatotok, bukan hanya merusak lingkungan konservasi, tetapi juga melahirkan “bos-bos baru” yang mendadak kaya raya.
Sejumlah nama kini dikenal sebagai juragan emas setelah bertahun-tahun mengeruk material dari kawasan yang seharusnya steril dari tambang. Dari hasil ilegal itu, mereka berhasil membangun rumah mewah, membeli mobil mahal dan membeli aset lain.
Berdasarkan informasi lapangan, terdapat sejumlah pelaku tambang ilegal yang menguasai titik-titik strategis di dalam kawasan Kebun Raya:
Gunung Botak: Rendi, Kiki, Icat, Fika.
Gunung Botak dan Kolam: Roy Korua, Uce Watuseke.
Manguni Atas: Eming, Onal, Herry.
Nibong Bawah: Jhun, Janter, Jeje.
Sumber media ini menyebutkan, ada orang-orang yang dulunya hidup biasa-biasa saja, sekarang jadi miliarder karena emas dari kebun raya. “Semua orang tahu, tapi tidak ada yang berani sentuh, seakan mereka kebal hukum,” katanya.
Ironisnya, meski Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan komitmen untuk menyapu bersih tambang ilegal, di lapangan yang terjadi justru sebaliknya. Pembiaran dan kelengahan aparat membuat mafia emas tumbuh subur, negara justru rugi besar.
Kini publik menunggu, apakah aparat berani menyentuh para “bos sukses” hasil emas ilegal itu, atau justru terus membiarkan mereka berkuasa dan merusak lingkungan. (***)

