Rayakan Hari Alkitab dan Bangun Karakter Siswa Kristen yang Diberkati, SMA Negeri 2 Ratahan Gelar Pembinaan Rohani

Kegiatan pembinaan rohani di SMA Negeri 2 Ratahan yang dilaksanakan Kementerian Agama Mitra.

SULUTDAULY|| Liwutung – Suasana penuh syukur dan sukacita mewarnai halaman SMA Negeri 2 Ratahan, Jumat (31/10/2025), saat para siswa Kristen mengikuti kegiatan pembinaan rohani. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Alkitab dan Reformasi, mengangkat tema besar tentang moderasi beragama serta pembentukan karakter siswa Kristen yang diberkati.

Pembinaan ini menghadirkan dua pembicara utama yakni Pdt. Dr. Meike Rondo, S.Th, M.Pd, selaku Pengawas Pendidikan Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Greis Injili Kumolontang, S.Th, S.Pd.K, penyuluh Agama Kristen.

Dengan pendekatan yang hangat dan inspiratif, para pembicara mengajak siswa untuk memahami pentingnya hidup dalam toleransi dan menjunjung moderasi beragama di tengah keberagaman. “Sebagai generasi muda, kalian dipanggil menjadi berkat, bukan hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di masyarakat,” ujar Pdt. Meike dalam pesan pembinaannya.

Mengutip Kejadian 48:17–18, sesi pembinaan juga menegaskan pentingnya membentuk karakter siswa yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya secara spiritual, menjadi pribadi yang hidup dalam kasih, memiliki integritas dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Ditambahkan Pdt Meike, bahwa Hari Alkitab dan Reformasi bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi momentum untuk kembali merenungkan kasih Tuhan dan meneguhkan iman. “Hari ini kita belajar untuk kembali pada firman (Alkitab) Sola Scriptura, Iman ( sola Fide ), anugerah (Sola Gratia) dan menjadi generasi Kristen yang rendah hati, kuat dan siap bersaksi,” ujarnya.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Bagi sebagian besar siswa, kegiatan ini menjadi penyegaran rohani di tengah padatnya rutinitas sekolah. Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 2 Ratahan menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan toleransi kepada siswa, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang memiliki karakter kuat dan berdampak positif bagi bangsa serta gereja. Disiplin karakter dan iman, itulah warisan terbaik untuk masa depan. (***)

Loading

CATEGORIES
Share This