BI Optimis Ekonomi Sulut Tumbuh 5,1-6,1 Persen pada 2025

Ekonomi21 Views

SULUTDAILY||Manado- Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) dengan optimisme memprediksi ekonomi Sulut akan tumbuh di rentang 5,1-6,1% pada tahun 2025 ini. Sementara inflasi tahun 2025 dan 2025 diprediksi akan terjaga pada rentang 2,5% +/- 1%.

“Pertumbuhan ekonomi Sulut pada 2025 ini akan didorong oleh sektor perdagangan, pertanian, serta transportasi,” kata Kepala BI Sulut Andry Prasmuko saat menyampaikan outlook perekonomian Sulawesi Utara bertajuk ‘Menjaga Optimisme menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan pada acara halal bi halal BI Sulut, Kamis (24/04/25)yang dihadiri perwakilan stakeholder dari pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, asosiasi, akademisi, pelaku usaha dan media.

Sebelumnya Prasmuko menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Sulut tahun 2024 sebesar 5,39% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Nasional (5,03%, yoy). Pertumbuhan tersebut didorong tingginya peran konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Hal ini sejalan dengan pangsa kredit Sulut yang didominasi kredit konsumsi dibandingkan jenis lainnya.

Lebih lanjut, kebijakan pemotongan Bl-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% pada bulan Januari 2025 telah diikuti dengan penurunan suku bunga Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi perbankan Sulut. Adapun dari sisi lapangan usaha, ekonomi Sulut ditopang sektor pertanian dan perdagangan.

Pada tahun 2025, diprakirakan Sulut akan tumbuh di kisaran 5,1-6,1% dan 5,2-6,2% untuk tahun selanjutnya. Pertumbuhan akan didorong oleh sektor perdagangan, pertanian, serta transportasi.

Berkenaan perubahan harga, pada bulan Maret 2025 terjadi inflasi dibandingkan bulan sebelumnya yang diakibatkan berakhirnya subsidi tarif listrik secara nasional disertai kenaikan harga komoditas cabai rawit dan tomat.

Meskipun demikian, inflasi Sulut masih dalam sasaran target nasional. Inflasi di Sulut pada tahun 2025 dan 2026 diprakirakan masih akan terjaga pada rentang 2,5% +/- 1% seiring penguatan ekosistem pangan melalui Program Swasembada Pangan serta peningkatan ketahanan pangan strategis melalui rangkaian program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Seperti diketahui bahwa, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 April 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.

“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 April 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (23/4/2025).(Jr)