Jody Umboh Perjuangkan Desa Lihunu Jadi Desa Wisata

Jody Umboh Perjuangkan Desa Lihunu Jadi Desa Wisata

LIKUPANG, SULUTDAILY|| Kesan pertama ketika menapaki dermaga Desa Lihunu yang berada di Pulau Bangka daerah Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara adalah seperti menemukan sebuah lokasi wisata yang unik di Pulau Bangka, Likupang area ini.

Apa yang unik? Rupanya setiap sudut desa ini, kini sudah dipermak menjadi indah, banyak spot foto dan selayaknya sebuah lokasi pariwisata yang selalu menonjolkan daya tarik untuk para tamu yang akan datang.

Saat tiba di dermaga, para tamu disambutan tari-tarian tradisional yaitu para gadis berpakaian merah muda yang dengan semangat berlenggak-lenggok diiringi tabuhan gendang.

Rupanya kunjungan para jurnalis dan sejumlah personil dari Kelompok Pecinta Alam (KPA) Likupang hari ini bertepatan dengan hari pengumuman pemenang Lomba Kebersihan dan Kreativitas AntarJaga (Lingkungan, red) yang digelar PKK Desa Lihunu yang diinisiasi Ibu Hukum Tua (Kepala Desa, red) Eva Takumangsang.

Hukum Tua Desa Lihunu Jody Umboh sedang diwawancarai jurnalis di Puncak Padang Savana Desa Lihunu, Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Timur, Selasa (17/11/2020).
(Foto: yr)

“Masyarakat disini mempertahankan tarian dan musik tradisional sebagai kekayaan seni dan budaya. Jika ada kegiatan desa ataupun menyambut tamu maka tim tari selalu siap untuk tampil,” ungkap Jody Umboh, Hukum Tua Desa Lihunu saat menjamu awak Media, Selasa (17/11/2020).

Baru beberapa meter ada sebuah Jembatan Bambu sebagai spot foto dengan bentuk ‘love’ atau buah hati dan didalamnya tersematkan tulisan ‘Hutan Lindung’ sebuah kreativitas ibu-ibu PKK, Desa Lihunu yang sederhana namun sangat bermakna.

Tim Tari Kabasaran Kreatif dari Remaja Desa Lihunu. (foto: yr)

Selanjutnya tiba di Balai Desa Lihunu kami kembali disambut Tim Tari Kabasaran yang diperankan para remaja putri, ‘tari ampa wayer’ dan ‘tarian masamper’ yaitu tarian khas orang Nusa Utara yang bisa diikuti juga oleh para tamu.

Lalu tiba juga di spot foto terfavorit yaitu kreasi dari tumpukan perahu-perahu nelayan yang sudah dicat warna-warni dan dikolaborasikan tanaman hias sehingga menjadikannya unik sebagai latar foto. Jika Anda pernah ke Bunaken, pastilah pernah menemukan spot foto ini, namun kali ini versi Pulau Bangka, Likupang.

Hukum Tua Desa Lihunu, Jody Umboh, mengakui jika ia dan masyarakatnya berharap desa mereka bisa ditetapkan menjadi Desa Wisata. Hal itu didukung dengan potensi alam dan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani, kini sadar akan daya tarik wisata yang mereka miliki.

“Kami sadar banyak hal yang harus dipersiapkan untuk bisa menjadikan Desa Lihunu sebagai Desa Pariwisata. Namun demikian kami optimis dengan potensi alam dan kesadaran masyarakat yang ada, dan tentu berharap adanya topangan pemerintah dalam hal promosi dan pengembangan SDM, tujuan ini bisa terlaksana,” ujar Bapak Jody yang juga merupakan seorang pendidik yaitu Kepala Sekolah SMP di Lihunu ini.

Baru beberapa tahun menjabat sebagai pejabat Hukum Tua namun harus diakui banyak prestasi yang sudah ditorehkan Hukum Tua, Jody Umboh. Memang penghargaan secara khusus tidak diraihnya namun secara fakta masyarakat mengakui prestasi itu ada,

Juneiver dari KPA Likupang terkagum dengan tempat sampah kreasi masyarakat Desa Lihunu. (foto:yr)

Juneiver Pangau anggota Kelompok Pecinta Alam (KPA) Likupang yang ikut menjadi tamu dalam kunjungan ke Desa Lihunu mengatakan jika desa ini punya potensi dan layak menjadi Desa Wisata karena banyak potensi. Ia melihat adanya kebersihan, hingga penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid19. “Luar biasa yah setiap rumah menyediakan tempat cuci tangan di depan rumah, lengkap dengan sabun dan air mengalir serta tempat sampah kreasi sendiri dari bambu dan kayu,” ujar Jun yang juga mahasiswa UKIT ini, didampingi dua rekan KPA Likupang lainnya Gregorio Sompie dan Andre Laregam.

Menurut Gregorio Sompie dari KPA Likupang, potensi alam yang belum tentu dimiliki desa dan daerah lain ini, adalah padang savana yang sangat alami, luasnya sekitar 10 hektar dan sangat menarik dijadikan spot foto serta arena olahraga hiking. “Baru pertama kali ke sini dan sangat indah. Buat foto-foto sangat keren. Tidak jauh juga dari Likupang jadi memang cocok dikembangkan menjadi daerah wisata alam,” ujar mahasiswa Unika De La Salle Manado ini.

Salah satu spot foto di Puncak Savana Desa Lihunu, Pulau Bangka, Likupang Timur.
(Foto: yr)

Disisi lain, Owner Murex Resort Angelique Batuna mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Desa Lihunu yang bahu-membahu mau berbenah diri dan berjuang untuk menjadi Desa Wisata. Sebagai seorang yang paham standar pariwisata Angelique mengakui potensi desa-desa yang ada di Pulau Bangka ditambah dengan kesiapan masyarakat menyambut para tamu dengan tentu tetap menjaga dan melestarikan alam akan membuat Desa Lihunu layak menjadi Desa Wisata.

“Saya salut dengan masyarakat dan tentu pemerintah desa yang menjabat saat ini karena mampu menampilkan sebuah desa yang sangat cantik, indah dan cocok untuk menjadi tujuan liburan. Dan salut lagi semua ini dilakukan dengan swadaya dan kreatifitas masyarakat disetiap lingkungan,” ungkap aktivis lingkungan ini. (*/yr)

CATEGORIES
TAGS
Share This