Gelar Bhaksos Bersih Sungai, Tagana Bitung “Diganjar” Apresiasi dari Wakasek Sungai Bitung

Gelar Bhaksos Bersih Sungai, Tagana Bitung “Diganjar” Apresiasi dari Wakasek Sungai Bitung

SULUTDAILY||Bitung-Taruna Siaga Bencana (Tagana) kota Bitung dibawah kepemimpinan Frangky Takasihaeng ikut dalam menjaga lingkungan dalam hal ini mengangkat sampah plastik di sungai kelurahan Girian Bawah dan Manembo-nembo Bawah, pada hari Kamis (29/08/2019).

Kegiatan Bhakti Sosial (Bhaksos) Tagana yang sudah direncanakan sejak 1 minggu sebelumnya sudah menjadi agenda rutin Tagana Bitung. Ketua Tagana Bitung mengatakan bahwa, ini sebagai bentuk partisipasi kami dalam menjaga dan melestarikan lingkungan kota Bitung,

“Kami Tagana bukan saja menghadapi pasca bencana, tetapi kami juga selalu ada dalam pra bencana. Contohnya seperti bersih sungai yang bertujuan mencengah serta meminimalisir bencana banjir dan ikut berperan dalam menjaga ekositem serta biota bawah laut dari sampah plastik yang akan menuju laut,” katanya.

Untuk sampah yang kami kumpulkan saat ini 387 kilogram sampah plastik. Ternyata kesadaran maayarakat bantaran sungai belum sepenuhnya sadar dalam membuang sampah pada tempatnya,

“Masyarakat belum sadar betul bahwa sungai itu perlu kita jaga, masih banyak yang membuang sampah ke sungai. Karena dari informasi yang saya dapat, ternyata lokasi yang kami bersihkan saat ini pada seminggu yang lalu sudah sempat dibersihkan oleh komunitas sekolah sungai. Namun kenyataannya sampah yang dikumpulkan lumayan banyak, beratnya 387 kilogram,” kata Frangky.

Terima kasih juga saya ucapkan kepada rekan-rekan Tagana Bitung yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan Bhaksos kali ini,

“Terima kasih saya sampaikan kepada teman-teman yang sudah ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, intinya kita selalu bersama dalam satu komando,” tutup Frangky.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Sungai kota Bitung, Ferdy Pangalila saat dikonfirmasi terkait hal ini mengaku sangat berterima kasih kepada Tagana Bitung yang sudah ikut melestarikan sungai dan memuliakan air,

“Terima kasih banyak untuk Tagana, dengan demikian misi kita semua meminimalisir bencana sementara dilakukan bersama para relawan. Saya sangat percaya masih lebih baik menata lingkungan sebelum bencana dari pada setelah bencana dan ini yang dilakukan Tagana, tentunya sebagai Taruna yang sering kali turun di lokasi bencana pasti paham sekali akan sulit dan prihatinnya berada di lokasi terdampak bencana,” kata Epang panggilan keseharian Epang.

Dirinya juga mengatakan bahwa,pengurangan resiko bencana sudah sepantasnya dilakukan dan ini bukan hanya tugas dari Tagana,

“Pengurangan resiko bencana sudah seharusnya dilalukan sejak awal, dan itu sudah menjadi tugas kita samua. Apalagi keberadaan air di kota Bitung pada masa musim panas ini, pasti bencana sosial akan muncul ketika air kita sudah semaki sedikit dan bisa saja habis,” ujarnya.

(romo)

CATEGORIES
Share This