Wirausaha Sulut Didorong Kreatif dan  Berdaya Saing Global

Wirausaha Sulut Didorong Kreatif dan Berdaya Saing Global

SULUTDAILY|| Manado-WIRAUSAHA yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) memiliki nilai dan kontribusi besar bagi kelangsungan perekonomian.

Menurut Deputi Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Sulut, Buwono Budi Santoso, peluang dan kesempatan untuk mengembangkan usaha sangat terbuka. Sehingga anak muda didorong berani menciptakan usaha melalui inovasi dan ide-ide kreatif.

“BI mempunyai misi agar wirausaha yang ada di Sulut mengalami peningkatan kualitas dan terus berkembang, mampu menciptakan peluang, tangguh dan berdaya berdaya saing global,” sebutnya di sela-sela Refreshment Program Pengembangan Wirausaha yang digagas BI Provinsi Sulut, Kamis (27/04/2017).

Sejauh ini, perkembangan usaha, lanjut Buwono, baru mencapai 0,35 persen. Sementara negara lain telah berada di posisi 4 persen.

‘Suatu negara yang makmur dan besar rata-rata mencapai pertumbuhan sebesar 2 persen. Karena itu kami mendorong anak muda agar menjadi sumber pengembangan wirausaha,” tukasnya sambil menambahkan anak muda jangan hanya bercita-cita menjadi pegawai.

“Sekarang ini peluang dan kesempatan itu sangat terbuka. Anak muda harus berani melakukan terobosan. Jangan takut untuk memulai, sebab berwirausaha itu tidak sesulit yang kita bayangkan,” tandasnya.

Lebih jauh, Deputi Direktur Departemen Pengembangan UMKM-BI pusat, Winny Purwanti, sangat penting menciptakan wirausaha yang memiliki daya saing global dan tangguh. Terutama di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

“Pelaksanaan Refreshment Program diharapkan memberikan motivasi bagi wirausaha binaan BI dan stakeholder BI. Sekaligus juga mendorong penguatan usaha yang dilakukan melalui kerjasama,’ kata  Winny.

Pelaku usaha, beber Winny, jangan cuma mencari kerja, tapi bagaimana menciptakan peluang kerja.

“Wirausaha harus punya semangat dan motivasi untuk mengembangkan produk. Tetapi juga bagaimana memasarkan. Kesemuanya perlu inovasi dan akses masyarakat yang luas,” ujarnya.

Di sisi lain, Winny juga memberikan apresiasi pada pelaku usaha yang mengembangkan bisnis kuliner seperti cakalang fufu, tanpa bahan pengawat namun tahan sampai beberapa bulan.

“BI hanya memberikan fasilitasi agar wirausaha tumbuh dari hulu ke hilir,” tukasnya.

Pada kesempatan yang turut dihadiri pelaku usaha dari berbagai kalangan, mulai dari pesantren, pemuda GMIM dan WUBI Sulut, GENBI dan wirausaha baru, turut dihadirkan Merry Riana yang menceritakan kesuksesannya yang meraih penghasilannya sebesar satu juta dollar di usia 26 tahun.

“Ketika saya meraih sukses di usia 26 tahun.
Asumsi orang mengatakan bahwa saya berasal dari keluarga mampu. Padahal saya dari keluarga yang pas-pasan. Mimpi sejuta dolar itu terjadi pad usia 19 tahun lalu yakni tahun 1998. Manakala Indonesia mengalami krisis moneter, ” tukasnya.

Pada saat itu, sambungnya terjadi banyak kekacauan ekonomi, pengusaha banyak yang bangkrut, termasuk kedua orang tuanya yang mengandalkan hutang. Saya kuliah dengan biaya hutang dengan pemerintah Singapura. Tetapi didukung dengan nilai yang baik saya diterima sekolah di Singapura,” ucapnya.

Pada momen tersebut, Merry Riana mengatakan bahwa wirausaha dapat melewati berbagai tantangan tanpa rasa takut. Antara lain dengan mimpi besar yang dimulai dengan semangat dan motivasi besar. (hld)

TAGS
Share This