Weny Gaib Tekankan Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting di Kotamobagu

Kotamobagu63 Views

SULUTDAILY || Kotamobagu — Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam upaya memutus rantai stunting di daerah tersebut.

Pesan itu disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sahaya Mokoginta, saat membuka Penilaian Lomba Duta Cegah Stunting Remaja Tingkat Kota Kotamobagu Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Kotamobagu atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat.

Menurutnya, stunting merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan menyeluruh karena berdampak tidak hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga terhadap perkembangan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

“Stunting harus ditangani secara serius karena berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, kecerdasan, serta kualitas SDM di masa depan,” ujar Sahaya saat membacakan sambutan Wali Kota.

Ia menambahkan, keterlibatan remaja melalui program Duta Cegah Stunting sangat penting dalam memperluas edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Kepada para peserta lomba, Wali Kota berpesan agar kegiatan tersebut tidak sekadar dipandang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan penguatan kepedulian sosial. Para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Adapun peran utama Duta Cegah Stunting yang terpilih nantinya antara lain menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini, serta mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan remaja.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri tim penilai dari Provinsi Sulawesi Utara yang terdiri dari Pokja IV PKK dan Dinas Kesehatan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga kepala sekolah se-Kota Kotamobagu.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berperan aktif dalam mewujudkan Kota Kotamobagu bebas stunting. (afn/jr)