Ujian SKD PPPK Kabupaten Boltim Dimulai

Totabuan1 Views

SULUTDAILY || BOLTIM – Peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja  (PPPK) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai melakukan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK N) 1 Kotabunan, Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan. Yang rencananya akan berlansung hingga Jumat mendatang, Senin (13/09/2021).

Penanggungjawab seleksi PPPK, Sonya Sugianto, sewaktu dijumpai ditempat pelaksanaan tes SKD pada hari ini, menerangkan bahwa kegiatan tersebut akan dilangsungkan hingga tanggal 17 September.

“Empat hari pelaksanaan utama, dan satu hari untuk susulan,” terang Sonya.

Ada pun pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi dalam sehari, dengan bobot ruangan sebesar 20 peserta perkelas, serta ada sebanyak dua ruang yang difungsikan.

“Satu hari itu ada dua sesi, dalam satu sesi itu ada 20 orang, jadi dalam satu hari itu ada sebanyak 80 orang peserta yang mengikuti ujian, didua kelas berbeda,” tuturnya.

Begitu pula dengan hari berikutnya, jumlah peserta masih tetap sama. Namun, pada hari terakhir pelaksanaan, ungkapnya (Sonya Sugianto), bahwa akan sedikit berbeda, dengan jumlah peserta tes yang berangsur berkurang.

“Sama, tetap sama. Kecuali hari terakhir itu sudah tidak genap lagi 20, sesuai dengan jumlah update data peserta,” jelasnya.

Suasana Pelaksanaan Ujian SKD PPPK Boltim Sesi Kedua Hari Ini.

Selain itu, jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti pelaksanaan tes SKD ini, ada sebanyak 275 orang, dan merupakan Putra dan Putri Boltim.

“Peserta seluruhnya yang diupdate terakhir itu sebangak 275 orang, sebenarnya ada 300 namun, ada beberapa yang dinyatakan gugur,” katanya.

Sedangkan untuk bobot penilaian hasil tes, sesuai dengan yang ditetapkan oleh pihak Kementrian.

“Nilaikan dari Kementrian sudah ditetapkan, yaitu nilai ambang batas. Nilai tersebut sudah sesuai dengan jurusan mereka, dan jika tidak mencapai angka nilai ambang batas, maka tidak akan lulus,” tegasnya.

Disamping itu, dirinya juga menghimbau kepada peserta, agar sebelum ke lokasi pelaksanaan ujian, segala perlengkapan harus dicek dahulu, supaya sebentar nanti tidak menyebabkan mobilitas ditempat ujian.

“Hari ini terlalu banyak kesalahan peserta yang kita dapati, terutama ada yang lupa membawa hasil Swabnya, ada yang lupa KTP-nya, lalu ada juga yang menghilangkan kartu pesertanya, sementara syarat untuk bisa mengikuti ujian, ketiga hal tersebut mesti ada,” himbaunya.

Juga diharapnya, agar para peserta disiplin akan waktu, jangan sampat terlambat, karena akan ada sangsinya.

“Datang tepat waktu, ada beberapa yang datang tidak tepat waktu, pada akhirnya, ada ketentuan dari kementrian, bahwa peserta yang tidak datang, pada sesi satu itu pukul 07:15 WITA, itu tidak bisa dilayani lagi. Begitu juga pada sesi kedua, peserta yang tidak datang pada pukul 13:15 tidak bisa diikutkan ujian, atau dinyatakan gugur,” tandas Sonya Sugianto.