SULUTDAILY || Kotamobagu — Upaya penurunan angka stunting di Kota Kotamobagu terus diperkuat oleh TP-PKK Kotamobagu melalui kegiatan sosialisasi intensif yang menyasar kelompok strategis, mulai dari remaja putri, ibu hamil, hingga ibu yang memiliki balita.
Kegiatan yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota pada Rabu (08/04/2026) tersebut menitikberatkan pada edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penerapan pola makan bergizi seimbang, serta pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan sebagai upaya pencegahan stunting.
Selain memberikan edukasi, TP-PKK juga menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara simbolis sebagai bentuk intervensi awal untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Ketua TP-PKK Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan pertumbuhan fisik anak yang terhambat, tetapi juga berdampak serius terhadap perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia menekankan bahwa upaya pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting, terutama dengan meningkatkan kesadaran terhadap pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia dua tahun.
Perhatian khusus juga diberikan kepada remaja putri sebagai calon ibu di masa depan. Pemenuhan gizi sejak usia remaja dinilai penting sebagai langkah awal untuk memutus mata rantai stunting.
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang, yang tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak.

Pencegahan dinilai dapat dilakukan secara efektif apabila orang tua menerapkan pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat pada periode emas 1.000 HPK.
Materi sosialisasi juga mencakup edukasi gizi seimbang, penguatan fokus pada 1.000 HPK, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini risiko stunting sejak masa kehamilan.
Melalui kegiatan ini, TP-PKK Kotamobagu berharap angka prevalensi stunting dapat terus ditekan sehingga terwujud generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa mendatang.
(Advetorial)






