Swapar Edukasi Legislator Perempuan tentang Reses Partisipatif

Swapar Edukasi Legislator Perempuan tentang Reses Partisipatif

SULUTDAILY|| Manado- Swara Parangpuan (Swapar) Manado bersama Forum Pengada Layanan bagi Perempuan Korban Kekerasan dan MAMPU Kemitraan Australia- Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan menggelar Workshop ‘ Pengenalan Reses Partisipatif bagi Anggota DPRD Kota Manado dan Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan di Hotel Quality Manado, Jumat (Jumat/28/02/2020).

Hadir dalam acara ini, 8 legislator yakni Ketua DPRD Kota Manado Drs Aatje Dondokambey dang anggota DPRD Jeane Laluyan, Lukresia Vanessa Christy Masengi, Mona Claudia Kloer. Dari DPRD Minsel yakni Verke Pomantow, Lady MJ Langie, Olfiane K Timbuleng dan Jaclyn Ivana Koloay.

Ketua DPRD Manado Drs Aatje Dondokambey menyambut baik terhadap ajakan Swapar Manado untuk melakukan reses partisipatif. ” Kami, semua anggota DPRD Kota Manado yang hadir di workshop ini, akan mencoba melakukan reses Partisipatif,” janji Ketua Aatje diiakan 3 rekan sefraksinya di PDI Perjuangan.

Dalam workshop tersebut, Swapar menempatkan anggota DPRD Minahasa Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan Verke Pomantow untuk menyampaikan sejumlah testimoni keberhasilannya dalam melakukan reses partisipatif dan meninggalkan reses konfensional yang selama ini dipakai oleh hampir seluruh legislator di Sulut.

Verke Pomantow, anggota DPRD Minsel yang sudah mempraktekkan Reses Partisipatif

Direktur Swapar Manado Sitti Nurlaili Djenaan menyampaikan bahwa legislator perempuan memerlukan support untuk mempertahankan dan atau menambah konstituennya.

” Sudah terbukti pada ibu dewan Verke Pomantow bahwa program reses partisipatif yang dilakukan telah menghentarnya menjadi anggota DPRD dua periode,” kata Djenaan yang akrab disapa dengan Lyli.

Sementara itu, Staf Swapar Moen Djenaan menjelaskan dalam presentasi nya bahwa reses partisipatif adalah salah satu metode reses yang menggunakan metode partisipatif dan berperspektif gender, dengan peserta dari berbagai unsur, serta tempat dan suasana yang tidak formal.

“Perspektif gender di sini merujuk pada perhatian atau pandangan terkait isu-isu gender yang disebabkan pembedaan peran serta hubungan sosial antara perempuan dan laki-laki,” katanya.

Kegiatan yang dipandu Vivi George ini menjadi ‘ hidup’ karena antusiasnya para legislator perempuan ingin mengetahui lebih detail terkait reses partisipatif.

” Kami nanti akan meminta Swapar untuk mendampingi kami saat melakukan reses,” ujar Jeane Laluyan. (***)

CATEGORIES
TAGS
Share This