SULUTDAILY|| Manado-PT. Pupuk Indonesia (Persero) Regional 4 Indonesia Timur, yang meliputi 13 Provinsi telah merealisasikan penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 332.255 ton. Jumlah tersebut sebanyak 20% dari alokasi yang sebesar 1.698.794 ton hingga April 2026. Targetnya di akhir tahun 2026 nanti, realisasi akan mencapai 80 persen dari alokasi.
” Untuk Sulawesi Utara, realis332.255 tonasinya baru mencapai 14,26% atau sebanyak 10.560 ton,” kata Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani pada media gathering Pupuk Indonesia di Bumber Cafe and Eatery Manado, Jumat (17/04/26).
Sementara itu, untuk ketahanan stok pupuk bersubsidi di Regional 4, cukup untuk memenuhi kebutuhan 4-5 minggu ke depan, yakni sejumlah 9,5 juta ton.
“Untuk meningkatkan sistem penyaluran, pemerintah telah menyederhanakan tata kelola pupuk bersubsidi dalam regulasi Perpres No. 6 tahun 2025 dan turunannya yang lebih teknis yakni Permentan No. 15 Tahun 2025,” kata Wisnu didampingi Endah Wulandari (Senior Manager Regional 4B, Eko Winarto ( Senior Manager Pendukung Penjualan Regional 4) dan Heru Sofyan Firmansyah (Senior Manager Pergudangan Regional 4 PT Pupuk Indonesia).
Dalam Perpres 6/2025 tersebut, Pupuk Indonesia bertanggung jawab terhadap penyaluran pupuk bersubsidi hingga ke titik serah. Titik serah ini yang kemudian menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani.
Petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi adalah mereka yang terdaftar dalam kelompok tani dan menanam setidaknya satu dari 10 komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang putih, bawang merah, tebu rakyat (bukan industri), kakao, kopi rakyat dan ubi kayu.(Jr)












