SULUTDAILY|| Jakarta – Putra Sulawesi Utara, Harsen Roy Tampomuri resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Pakar DPP APDESI (Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) masa bakti 2026-2031, Senin (16/02/2026) di Auditorium Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. (HC.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., mengukuhkan kepengurusan berdasarkan SK DPP APDESI Nomor: 001/KEP/DPP-APDESI/II/2026 dengan H. Junaedi Mulyono, S.H sebagai Ketua Umum.
Harsen Roy Tampomuri bersanding dengan tokoh-tokoh besar bangsa termasuk tokoh legislatif nasional asal Sulawesi Utara Ir. Stefanus B. A. N. Liow, MAP Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI yang menjadi Anggota Dewan Penasehat dan Ketua Dewan Pakar, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H.
Penasehat, Pakar dan Pengarah adalah sebagai berikut:
• Dewan Pembina: Jenderal Pol (Purn.) Prof. Drs. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D (Ketua), Dr. Sakti Wahyu Trenggono, M.M, Dr. Budi Santoso, M.Si, H. Erick Thohir, B.A., M.B.A, Jenderal TNI Agus Subianto, Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Prof. Dr. ST Burhanuddin, S.H., M.M, Dr. Bima Arya Sugiarto, S.I.P., M.A, dan Budiman Sudjatmiko, M.A., M.Phil.
• Dewan Penasehat: Dr. (HC.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M (Ketua), Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, Dr. Fery Juliansyah, S.E, Ak., M.Si, dan Ir. Stefanus B. A. N. Liow, MAP.
• Dewan Pakar: Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H (Ketua), Rudianto Lallo, S.H., M.H, Muhammad Hatta, Arif Mustofa Albuni, Dr.(c) Harsen Roy Tampomuri, S.IP., M.A, Dr. Agus Herta Sumarto, dan Dr. Ahmad Ridwan Dalimunthe, S.Sos., M.M.
• Dewan Pengarah: H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd (Ketua), Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H, Drs. K. H. Saifullah Yusuf, S.I.P, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P, Prof. Dr. Dadan Hindayana, Komjen Pol. Dr. Suyudi Aryo Seto, S.H., S.I.K., M.Si, dan Prof. Dr. Reda Mantovani.
Usai pelantikan, Harsen Roy Tampomuri—putra Kawanua yang memiliki akar keluarga kuat dari Langowan, Tombatu, dan Tomohon—memaparkan peta jalan konkret pembangunan desa yang selaras dengan dokumen perencanaan nasional.
“Pertama, terkait Asta Cita Keenam, fokus utama kita adalah memastikan gerakan membangun dari desa dan dari bawah benar-benar menjadi motor pemerataan ekonomi dan instrumen pemberantasan kemiskinan yang efektif di tingkat akar rumput sejalan dengan semangat membangun dari pinggiran,” ujar Harsen.
Kedua, menurut Harsen, dalam bingkai RPJPN 2025-2045, kita harus mengawal aspek Transformasi Wilayah. Desa tidak lagi sekadar objek, melainkan difokuskan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Ketiga, secara operasional dalam RPJMN 2025–2029 dan RKP 2026, desa telah ditetapkan sebagai fondasi pemerataan pembangunan. Hal ini akan diakselerasi melalui penguatan 30 Kawasan Perdesaan Prioritas untuk menguatkan ekonomi lokal. Sinergi lintas sektoral dan pelibatan dunia kampus melalui aktor penta helix menjadi kunci agar inovasi desa berjalan cepat dan tepat sasaran di era Society 5.0,” pungkasnya.
Harsen juga menekankan pentingnya sinergi Penta Helix (Pemerintah, Kampus, Swasta, Media, dan Masyarakat Sipil). Baginya, Program desa adalah lintas sektoral. Dengan komposisi pimpinan lintas kementerian/lembaga di jajaran pembina, penasehat, pakar dan pengarah, koordinasi pusat dan daerah untuk membawa desa ke era Society 5.0 dengan ragam inovasi, tentunya akan jauh lebih cepat.
Ketua Umum DPP APDESI, H. Junaedi Mulyono, SH menegaskan, latar belakang pendidikan S1-S3 Harsen di bidang Politik, Pemerintahan, Kebijakan Publik dan Kajian Stratejik Global sangat dibutuhkan desa untuk mendorong inovasi berbasis riset, data dan kolaborasi lintas sektoral.
Dukungan juga mengalir dari perwakilan Sulut di DPP APDESI. Luki Kasenda, SE, SCL, M.Si (Ketua Departemen Ekonomi, Koperasi, UMKM, dan BUMDESA DPP APDESI, Ketua DPD APDESI Sulut).
“Harsen adalah representasi intelektual muda Sulut yang paket lengkap. Kapasitas akademik dan pengalamannya di MPR RI, DPD RI serta Kantor Staf Presiden dan dunia media menjadikannya aset nasional yang sangat layak di jajaran Dewan Pakar,”katanya.
Sementara itu, Sri Rahayu Manoarfa (Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan DPP APDESI, Bendahara DPC APDESI Kotamobagu) mengaku bangga dengan figur Harsen. “Pengalaman Harsen di tingkat nasional dan internasional akan sangat membantu DPP APDESI. Diharapkan kontribusi pemikiran strategisnya akan mendorong agar desa-desa seluruh Indonesia lebih terkoneksi secara nasional, global dan digital,” ujarnya.(**/Jr)








