Putra Minahasa, dr. Yitro Wilar Resmi Dilantik jadi Ketua Perdoki DKI Jakarta 2021-2024

Nasional12 Views

SULUTDAILY|| Jakarta- Siap dukung kesehatan pekerja Indonesia, menjadi komitmen Putra Minahasa dr. Yitro AC WIlar, MKK, SpOk saat dilantik sebagai Ketua Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi (Perdoki) DKI Jakarta periode 2021-2024 oleh Ketua Perdoki Pusat Dr. dr. Astrid Sulistomo, SpOk, MPH, Minggu (14/ 11/ 2021) di Kantor Pusat Ikatan Dokter Indonesia ( IDI).

Menurut Ketua Perdoki DKI Jakarta dr. Yitro AC WIlar, Perdoki memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan produktivitas pekerja khususnya pasca gelombang dua COVID-19. Produktivitas harus ditingkatkan, target kinerja dan indicator kinerja perusahaan harus bisa mengejar perlambatan yang terjadi selama PPKM bulan Juli-Oktober 2021.

“Peningkatan produktivitas serta percepatan pemenuhan kinerja perusahaan harus dibarengi dengan protokol Kesehatan yang kuat, pengetahuan sikap dan prilaku dari Pekerja untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus COVID-19 di kemudian hari”, ungkapnya.

Dikatakan dr Yitro yang merupakan Lulusan Kedokteran Okupasi Fakultae Kedokteran universitas Indonesia dan Dokter Umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, bahwa Perdoki DKI Jakarta memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pencegahan terjadinya gelombang 3 COVID-19 yang diprediksikan terjadi pada akhir tahun 2021.

Pengurus Perdoki DKI Jakarta

” Itu sebabnya diharapkan pengurus Perdoki DKI Jakarta yang baru akan bekerja secara aktif membantu pemangku kebijakan, mendampingi masyarakat pekerja baik pada sektor formal maupun sektor informal melalui berbagai program-program yang akan dikerjakan,” ujarnya.

Perdoki DKI Jakarta dipimpin oleh dr Yitro yang juga adalah Managing Director Health Collaborative Center (HCC) dan memiliki , pengurus tim pengurus yang solid diantaranya Wakil Ketua dr. Iwan Susilo Joko, MKK, SpOk, yang bersama dr Yitro juga merupakan pengurus Iluni MKK FKUI.

Para pengurus ini berdedikasi tinggi serta integritas dan profesionalisme yang sangat tinggi untuk membawa Kedokteran Okupasi lebih maju dan berkembang baik pada ranah Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Seperti diketahui, DKI Jakarta merupakan pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, maupun perusahaan asing.

Hasil sensus penduduk tahun 2020 Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa 72% penduduk DKI Jakarta adalah berada pada USIA PRODUKTIF (15-64 Tahun) dengan karakteristik pekerja pada sektor formal adalah sebesar 67.87%, bekerja sebagai buruh karyawan 62.98% dan pekerja penuh waktu 87.20%.

Data menunjukan bahwa sektor penyerap tenaga kerja terbanyak adalah Perdagangan, Penyediaan akomodasi dan makan minum, Industri Pengolahan, Transportasi dan pergudangan.(*/Jr)