Prajurit TNI Ahli Pertukangan Tanpa Ada yang Tahu

Nasional1 Views

Blora – Ada beberapa diantaranya ahli pertukangan. Baik ahli pertukangan batu maupun kayu. Tanpa banyak mengetahui bahwa dari ratusan prajurit TNI yang diterjunkan ke lokasi TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora di Desa Jurangjero.

Menurut Koordinator lapangan, Peltu Suharyanto, sejumlah personil Satgas yang mempunyai keahlian di bidang tukang telah didata, dan mereka diberdayakan berbaur dengan tukang yang asli Desa sasaran, untuk merampungkan sejulah sasaran fisik. Seperti di rehab RTLH, rehab mushola termasuk di pembangunan jamban.

Peltu Rudy yang Danpos Bogorejo menambahkan, diantara pasukan anggota Satgas TMMD yang mempunyai kepandaian tukang memang sengaja dilibatkan dalam Satgas TMMD.

Para Prajurit TNI yang mempunyai kemampuan pertukangan itu akan berpadu dengan para tukang di desa sasaran akan merampungkan seluruh target sasaran fisik yang ada. (n)
[21:07, 14/3/2019] KEJUJURAN… Yang UTAMA: Nuansa Masyarakat Pedesaan yang Penuh Kekeluargaan dan Saling Berbagi

Blora – Jauh kalau dibandingkan hidup di kota yang cenderung egois dan menipis rasa kekeluargannya. Para Satgas TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora yang berada di lokasi TMMD, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, benar-benar merasakan nuansa masyarakat pedesaan, yang penuh kekeluargaan, dan saling berbagi.

”Benar-benar terasa hidup di tengah-tengah warga pedesaan, mulai kekeluargaanya, gotong royong, dan saling berbagi,” ungkap Kopda Sugianto, salah seorang anggota Satgas TMMD yang berasal dari Yonif 410/Alugoro.

Serda Hendro yang juga anggota Satgas TMMD Kodim Blora menuturkan, karena warga Desa Jurangjero menganggap para prajurit yang tengah melaksanakan TMMD didesanya sebagai keluarga, soal makanan boleh dibilang berlebih. ”Setiap saya bersilahturahmi ke rumah warga, selalu saja diberi oleh-oleh, mulai singkong, pisang, jagung. Bahkan jajanan yang ada disuruh membawa pulang untuk camilan,” tutur Serda hendro. (n)
[21:09, 14/3/2019] KEJUJURAN… Yang UTAMA: Logistik Tentara dan Warga Ungkapan Simpatik Emak – Emak

Blora – Wujud dari mengirim logistik kepada para prajurit dan warga yang tengah melakukan pembangunan di desanya. Para kaum ibu di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo yang simpatik dengan kegiatan Tentara di Desanya melalui gelaran TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora.

Seperti yang dilakukan Ny. Sarjini (37), warga RT 02/ RW 01, Desa Jurangjero, secara rutin dia mengirim logisitik makanan kepada TNI dan warga yang sedang bergotong royong membangun mushola di desanya. Hal serupa juga dilakukan oleh sejumlah ibu-ibu di Desa Jurangjero.

”Saya melakukan ini semua bukan karena ada yang perintah, melainkan atas inisiatif sendiri, yakni sebagai ungkapan terimakasih kepada bapak-bapak TNI yang telah membangun Desa saya, termasuk membangun sarana ibadah,” tutur Ny. Sarjini. (n)
[21:13, 14/3/2019] KEJUJURAN… Yang UTAMA: Warga Menaruh Harapan Jalan Rampung Sebelum TMMD Ditutup

Blora – Sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora bisa selesai sebelum TMMD ditutup. Danramil 02/Jepon, Kapten Inf Sukemi dan jajarannya menaruh harapan besar, agar pembangunan jalan makadam sepanjang 1.360 Meter dengan lebar 2,5 Meter.

”Kami benar-benar menaruh harapan besar itu tidak hanya sekedar berteori, melainkan saya setiap harinya turun ke lokasi pembangunan jalan makadam. Tidak hanya perintah, melainkan juga ikut bekerja menata batu,” jelas Kapten Inf. Sukemi.

Danramil Sukemi menyadari bahwa kendala besar menghadang di pembangunan jalan tersebut, terutama jika turun hujan dipastikan pekerjaan terhambat. Namun demikian pantan menyerah bagi prajurit untuk tidak menyelesaikan tugas yand diberikan oleh komando atas. ”Kita berharap semua kegiatan TMMD di Desa Juranjero ini berjalan dengan lancar sesuai rencana. Azas manfaatnya juga besar bagi warga Desa sasaran,” ujar Danramil Sukemi.(n)
[21:15, 14/3/2019] KEJUJURAN… Yang UTAMA: Bu Kades Wanti – Wanti Agar Jaga Kebersihan Makanan Untuk Tentara

Blora – Tidak hanya persoalan pengerahan warga, melainkan soal menu makan yang akan diperuntukan untuk para Satgas TMMD dan warga selalu dicek. Luar biasa perhatian yang diberikan Kades Jurangjero, Juwartik terhadap pelaksanan TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora di desanya.

”Meski masakan ala desa dan seadanya, yang tepenting sisi kebersihannya saya selalu perhatikan. Jangan sampai hanya persoalan makan lantas menyebabkan ada yang sakit sehingga akan menghambat kegiatan TMMD,” jelas Kades Juwartik.

Kepada para warganya yang berpartisipasi mengirim logistik, Kades Juwartik wanti-wanti agar menjaga kebersihan makanan yang akan dikirim untuk para TNI dan warga yang sedang bekerja di sejulah sasaran fisik. Apa yang saya lakukan ini merupakan sebagian kecil ungkapan saya selalu yang dituakan di Desa Jurangjero atas pelaksanaan TMMD dari Kodim Blora,” ujarnya. (n)
[21:31, 14/3/2019] KEJUJURAN… Yang UTAMA: Pantang Menyerah Satgas TMMD Selesaikan Proyek Fisik

BLORA – Meski di gelaran TMMD reguler ke-104 Kodim 0721/Blora, di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, bersamaan dengan musim penghujan, namun demikian seluruh Satgas yang tergabung dalam kegiatan itu tak pernah pantang menyerah. ”Kamiterus bergerak, pantang menyerah sehingga semua sasaran fisik yang sudah diprogramkan dari satuan atas harus rampung sebelum TMMD usai,” tandas Sertu Hartono, salah seorang anggota Satgas TMMD Kodim Blora itu

Seperti halnya di lokasi pembangunan jalan makadam sepanjang 1,360 Km dengan lebar 2,5 Meter, guyuran hujan yang hampir setiap hari terjadi, tak mampu menyurutkan semangat prajurit-prajurit dan warga setempat untuk terus bekerja. Mereka saling bahu membahu terus kekar target penyelesaian jalan yang akan menghubungan Desa Jurangjero ke Desa Nglengkir.

Terpisah Dandim Blora, Letkol Inf. Ali Mahmudi, di pembangunan jalan makadam itu, ada ornamen pembangunan lainnya, yakni pembuatan talud pondasi jalan, plat beton. Semua itu agar setelah jadi nanti, struktur jalan menjadi standar. Warga masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut dengan kendaraan roda empat, ”natinya jalan TMMD ini akan memperlancar akses masyarakat. Seperti diantaranya warga akan mudah jika mau ke ibukota Kecamatan, baik utuk menjual hasil pertaniannya atau keperluan lainnya. Tentu meningkatnya perkonomian warga yang menjadi tujuan akhir,” tandas Dandim Ali Mahmudi.

Sebelumnya, lanjut Dandim, kawasan disini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, karena hanya jalan setapak di kawasan persawahan warga. Melalui TMMD Reguler, TNI membuka jalan setapak itu,s ehingga tidak lama lagi masyarakat akan bisa lancar saat beraktifitas. (pendim 0721/Blora)
[21:48, 14/3/2019] KEJUJURAN… Yang UTAMA: Srikandi – Srikandi Jurangjero Yang Pantang menyerah Bantu TMMD Kodim Blora

BLORA – Ada pemandangan yang agak mengundang tanya di perehaban Mushola Al -Munawir, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, di gelaran TMMD Reguler ke-104 Kodim Blora yang akan berlangsung sleama 30 hari penuh itu. Yakni, tampilnya seorang perempuan yang ikut membantu melangsir adukan semen.
Adalah Tuminah(45), serang wanita paruh baya warga Desa Jurangjero, yang setiap harinya ikut kerja bhakti bersama TNi dan warga lainnya merehab Mushola Al – Munawir yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD tersebut.
Dari pantauan, di setiap harinya, Tuminah rela meluangkan waktu dan tenaganya untuk ikut kerja bhakti bersama TNI dan warga di sekitarnya. Tidak hanya menyapu atau bersih-mersih, wanita batuh baya itu ikut menenteng ember berisi penuha adukan semen yang akan digunakan untuk memplester dinging Mushola.
Bukan tanpa alasan wanita paruh baya itu membaur bersama masyarakat lain membantu rehab mushola terebut, yakni sebagi ungkap terimaksihnya kepada TNI jajaran Kodim Blora yang telah melakukan banyak pembangunan di desanya, termausk diantaranya merehab Mushola Al -Munawir.
Disela kegiatan, Tuminah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada anggota satgas TMMD, ”saya rela ikut kerja bhkati bekerja keras begini, sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada bapak TNI yang merehab mushola ini. Hanya dengan tenaga ini saya bisa membantu bapak bapak TNI Kodim Blora,” bebernya.
Terpisah, Peltu Suharyanto, selaku Bati Bhakti TNI Kodim Blora mengapresiasi antusias warga Desa jurangjero yang begitu besar, di setiap harinya ikut bergotong royong menyukseskan program TMMD Kodim Blora. Tidak hanya dari bapak bapaknya saja, melainkan dari ibu-ibu ikut membantu merehab mushola ini. (n)
[21:56, 14/3/2019] KEJUJURAN… Yang UTAMA: Teriknya Matahari Jadikan Teman Bekerja
BLORA – Cuaca di lokasi TMMD Kodim 0721/Blora memang sulit diprediksi, sering turun hujan, dan suatu saat terik matahari panas menyengat. Disaat turun hujan, dipastikan material tidak bisa sampai di tujuan karena jalanan licin. Jika cuaca panas, terik matahari luar biasa menyengatnya.
Bagi Tentara Satgas TMMD, sebgatan terik matahari tidak pernah dirasakan, bahkamn kalau boleh memilih lebih baik cuaca panas namun bisa bekerja, dari pada udara dingin karena hujan namun tidak bisa bekerja.
”Kalau pas terik, semua kita lawan. Tidak masalah yang terpenting menghasilkan pekerjaan, sehingga semua sasaran fisik fisik bisa terselesaikan sebelum TMMD ditutup,” ungkap Serda martono, salah seorang anggota Satgas TMMD Reguler Kodim Blora, yang di ploting dilokasi pembangunan jalan dan pembangunan talud.
Menurut Sertu Jayin, yang juga anggota Satgas TMMD, dkarenakan berpacu dengan cuaca yang tidak menentu, kadang panas dan juga hujan, memang sangat berpengaruh dalam pengerjaan sasaran fisik baik itu talud penahan jalan maupun pembangunan jalan makadam sepanjang 1.360 Meter. (pendim 0721/Blora)
[22:13, 14/3/2019] KEJUJURAN… Yang UTAMA: Harapan Warga Mempunyai Jalan Terlaksanakan
BLORA – Jalan makadam sepanjang 1.360 Meter yang menghubungkan antara Desa Jurangjero dengan Desa Nglengkir Kecamatan Bogorejo, Talud penahan jalan dibeberapa titik yang memiliki ukuran berfariasi, Rehap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Rehap Mushola, merupakan beberapa sasaran fisik pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke – 104 Kodim 0721/Blora Tahun Anggaran 2019.
Namun demikian kendala tersebut tidak menjadi hambatan bagi satgas untuk menyelesaikan tugas sampai dengan waktu yang telah ditentukan, bahkan pada pelansiran material batu untuk pengerjaan jalan makadam mereka rela menjadi seperti kuli panggul.
“Pelda Ahib” anggota satgas dari Koramil Jepon mengemukakan untuk TMMD Desa Jurangjero ini memang sangat berat dikarenakan pengedropan material tidak bisa sampai ke lokasi pengerjaan, maka dari itu kami pun harus melansirnya dengan cara manual biarpun harus menggotong batu dengan alat seadanya seperti bambu anyaman yang saat ini kita gunakan maupun dengan menggunakan gerobak yang penting batu bisa sampai kesasaran. “Ujarnya”
[22:23, 14/3/2019] KEJUJURAN… Yang UTAMA: Di Perehaban RTLH, Tentara dan Warga Harus Andalkan Otot

BLORA – Lantaran lokasi beberapa Rumah Tidak Layak Huni berad di gang sempit yang hanya bisa dilalui orang, dan tiak memungkinkan alat batu seperti angkong atau songkro lewat, Tentara anggoa Satgas TMMD bersama warga terpaks harus mengandalkan otot untuk melangsir material. ”Ya kami harus menghandalkan otot, karena lokasi rumah yang akan direhab berada di gang sempit. Satu-satunya cara dengan memanggul dibahu.” ungkap Kopka Rozaq, salah satu anggota Satgas TMMD.
Bati Bakti TNI Kodim Blora, Peltu Suharyanto membenarkan, bahwa Jurangjero adalah desa terpencil salah satu kendala di pengerjaan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah letak atau lokasi sejumlah rumah berada di gang sempit, jalanya menanjak sehingga alat untuk mengangkat material tidak bisa lewat.
”Dengan lokasi RTLH yang seperti itu, konsekuensinya langsir material hanya bisa dilakukan secara manual yaitu di panggul. Hanya saja meski medan sulit seperti itu bukan menjadi penghalang bagi Satgas TMMD untuk merampungkan pekerjaan di lokasi TMMD,” tandas Peltu Suharyanto.
Terpisah Kopda Nanang, salah seorang anggota Satgas TMMD mengungkapkan, sudah menjadi resiko sleuruh Satgas TMMD di Desa Jurangjero. Karena medan yang sulit, langsir material harus menghandalkan otot. “Karena tidak bisa diangkat dengan alat, material dilansir dengan otot. Sedikit demi sedikit material saya panggul,” ungkapnya. (n)