Pelabuhan “Tikus” Jadi Salah Satu Jalur Peredaran Narkoba di Kota Bitung

Pelabuhan “Tikus” Jadi Salah Satu Jalur Peredaran Narkoba di Kota Bitung

Foto - Kepala BNN Bitung dan Kepala Bea dan Cukai Bitung

SULUTDAILY||Bitung-Badan Nasional Narkotika (BNN) kota Bitung gelar press realese bersama insan pers kota Bitung terkait pencegahan dan pemberantasan bahaya narkoba yang dilaksanakan di kantor BNN kota Bitung, jalan Manembo-nembo – Tendeki, kecamatan Matuari pada hari Kamis (17/12/2021).

Press realese yang dihadiri oleh kepala BNN kota Bitung dr. Tommy Sumampouw dan Kepala Kantor Bea dan Cukai Bitung Agung meceritakan terkait beberapa kasus narkoba yang menjerat beberapa anak muda dan orang dewasa,

dr. Tommy Sumampouw menjelaskan bahwa, mereka telah merehabilitasi 35 orang, 32 orang laki-laki, dan 3 orang perempuan,

“Rincian 35 orang yang dalam masa rehabilitasi, 1 orang pekerja swasta, 8 orang pelajar atau mahasiswa, buruh 1 orang, dan 25 orang tidak bekerja,” jelas Tommy.

Lanjut Tommy, 80 persen peredaran Narkoba terjadi lewat jalur laut, karena kota Bitung mempunyai pelabuhan yang paling banyak kapal asing keluar atau kapal Indonesia untuk memasukkan barang,

“Jadi kami telah berkoordinasi dengan pihak Bea dan Cukai, Kodim dan Kepolisan untuk melakukan berbagai kegiatan operasi,” kata Tommy.

Kepala Bea dan Cukai Agung juga dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa, mereka telah melakukan pemetaan titik koordinat pelabuhan-pelabuhan rakyat atau yang kita sebut pelabuhan tikus,

“Jadi kami sudah memberikan titik koordinat di pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Tanjung Merah, Batu Putih, Pulau Lembeh dan lainnya yang bisa dimasuki kapal pambut untuk melakukan transaksi. Jadi disaat ada informasi kami langsung bisa menuju ke lokasi tanpa mencari lagi,” jelas Agung.

Lanjut Agung, “Kami juga sudah punya minilab yang dikelola oleh orang-orang ahli untuk bisa mengidentifikasi narkotika jenis apa, serta menganalisis kandungan narkotika. Jadi sebelum ke BPOM kami sudah bisa menidentifikasi apakah ada kandungan Narkotika atau jenis Narkotikanya seperti apa,” bebernya.

Tommy Sumampouw juga menjelaskan bahwa, pihaknya beberapa bulab terakhir melakukan sosialiasi dan kegiatan terkait penolakan serta pemberantasan Narkoba di kota Bitung dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,

“Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam memberantas Narkoba sejak Januari sudah kami lakukan dengan melaksanakan kegiatan secara langsung sampai pada bulan Maret sebelum Covid-19 merajalela. Dan pada saat diumumkan new normal kami melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan bentuk kegiatan seperti lomba falinggir dengan karakter falinggir atau layang-layang yang menggambarkan bentuk penolakan dan pemberantasan Narkoba, juga lomba konten dan tiktok,” pungkas Tommy.

Bukan itu saja, kami juga telah membentuk kelurahan Bersinar atau yamg disebut bersih dari sindikat narkoba,

“Kelurahan Madidir Weru sudah kami tetapkan sebagai kelurahan Bersinar, didalamnya ada 30 orang relawan yang sudah kami bekali dengan pelatihan secara langsung dan pelatihan via daring dengan pemateri BNN dari pusat,” cetusnya.

(romo)

CATEGORIES
TAGS
Share This