Mujizat! Sempat 3 Hari Koma Namun Dipulihkan

NGO10 Views

Kesaksian Pdt. Lestari Taufik Gembala GBI El Shaddai Biak, Papua

SULUTDAILY||Papua- Jika kita melayani Tuhan untuk kepentingan Tuhan dan dengan ketulusan hanya untuk kemuliaanNYA maka pasti berkat dan kuasa Tuhan akan menyertai pelayanan gerejaNYA. Hal inilah yang dialami Pdt. Lestari Taufik bersama suami Pdt. Rudy Taryanto yang dipercayakan Tuhan menjadi gembala GBI El Shaddai Biak, Papua.

Awalnya, bersama teman doa yakni Ibu Yakolima, Ibu Daniaty, ibu Meli dan beberapa ibu lain  mereka membentuk persekutuan doa El Shaddai untuk menjadi pendoa bagi pelayanan pekerjaan Tuhan dan pergumulan jemaat khususnya warga di Biak Papua. “Tahun 1992 kami memulai pelayanan doa disamping kami aktif dalam pelayanan di salah satu gereja yang ada di Biak ini”, ujar Ibu Pdt. Lestari.

Pelayanan doa ini terus berkembang dan semakin hari semakin banyak yang ikut karena merasakan berkat dan jamahan Tuhan saat bergabung dalam persekutuan ini yang sungguh sungguh mencari Tuhan. Akhirnya karena desakan jemaat yang terus bertambah maka pada tahun 1996 GBI El Shaddai hadir untuk menjadi berkat bagi kota Biak dengan Pdt. Edy Taryanto diangkat sebagai gembala jemaat.

Sebelumnya beberapa tanggapan miring justru dari para hamba Tuhan banyak terdengar saat itu diantaranya ada ucapan bahwa untuk buka gereja itu hanyalah sebuah mimpi. Pada akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan dimana GBI El Shaddai resmi hadir untuk menjadi berkat di kota Biak. “Saya tidak berpikir akan menjadi gembala tapi itulah Tuhan jika DIA yang merancang sesuatu maka kita tunduk saja dan berjalan sesuai kemauan Tuhan,”ungkap Pdt. Lestari Taufik yang atas permintaan jemaat diminta untuk melanjutkan pelayanan sebagai Gembala GBI El Shaddai Biak menggantikan mertuanya yang dipanggil Tuhan.

Ibu Pdt. Lestari Taufik sendiri di baptis di Jakarta tahun 1978. Awal panggilan Tuhan saat mengalami kecelakaan yang menyebabkan dia mengalami koma selama 3 hari. “Puji Tuhan saat gembala saya di Jakarta datang berdoa mujisat terjadi saya sadar dan sejak saat itu saya ambil keputusan melayani lebih sungguh walaupun saat itu sayapun telah aktif dalam pelayanan,” ujar ibu Lestari yang sempat kuliah kedokteran sampai tingkat 5 sebelum mengalami kecelakaan.

Menikah tahun 1981 dengan Pdt. Rudy Taryanto dan dikaruniai 2 anak yakni Ardiles David dan Ribka Andritania. Pada tahun 1989 Suaminya Pdt. Rudy Taryanto mengajaknya datang ke Biak. Bergabung dengan salah satu gereja Pdt. Lestari dipercaya sebagai pimpinan pemuda dan ibu Lestari tetap tekun melaksanakan panggilan Tuhan.

“ Dulu sebelum melayani Tuhan saya minta tanda dari Tuhan dan Puji Tuhan saya ketemu hamba Tuhan dari Sidney Australia dan beliau meneguhkan panggilan untuk melayani Tuhan dan saya juga saat itu sering kejang kejang yang menurut dokter berbahaya tapi atas kuasa Tuhan saya boleh dipulihkan ,”tambahnya.

Suka duka sebagai gembala dirasakan keluarga ibu Lestari tapi campur tangan Tuhan sungguh luar biasa begitu banyak kesaksian pertolongan Tuhan dalam pelayanan pekerjaan Tuhan khususnya GBI El Shaddai Biak. “Keinginan kami bagi jemaat adalah bagaimana dapat meningkatkan standard pribadi dalam hal karakter Kristus bagi orang percaya dan kami ada hanya karena kuasa Doa,”ujar Pdt. Rudy Taryanto.

Untuk meningkatkan hal ini maka GBI El Shaddai Biak banyak mengadakan berbagai kegiatan diantaranya pernah bekerja sama dengan Hagai Institut sering menggelar kegiatan seminar dalam hal kepemimpinan juga kursus SPK(saya pengikut Kristus), KPR dan berbagai kegiatan lainnya yang ikut melibatkan gereja gereja yang ada di kota Biak.

“Dengan pemerintah kami selalu siap membantu khusunya membantu dalam hal pembinaan mental spiritual masyarakat dan kami sering melayani di rumah sakit, kantor kantor bahkan lintas agama dimana tim gereja kami sering tampil di acara yang diadakan agama lain diantaranya dari Budha,”ujar ibu Pdt. Lestari Taufik yang juga menyampaikan ungkapan syukur karena pelayan dan jemaat begitu setia menopang pelayanan dan tugas di GBI El Shaddai Biak.

Kepedulian GBI El Shaddai bagi warga asli Biak sendiri dan pelayanan pekerjaan Tuhan dapat terlihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan baik berupa bantuan pribadi gereja  atau dari lembaga misi yang dari luar, juga mengadakan kegiatan dengan mengundang dan membiayai para hamba hamba Tuhan di kampung untuk mengikuti trining Leadership agar pelayanan akan semakin maju dan berkembang.

“Saat ini kami ingin akan membangunan gereja bukan untuk hal lain tapi karena kebutuhan dan berharap bisa jadi berkat atau dapat digunakan untuk kegiatan kegiatan rohani baik oleh kami, pemerintah atau gereja serta masyarakat,”ungkat Pdt. Lestari Taufik yang ikut aktif dalam kegiatan sosial sehingga pernah memiliki tim musik dari kalangan tuna netra.

Dalam pelayanannya Pdt. Lestari Taufik setia didampingi pelayan diantaranya  Pdm. Rudi Sambouw dan pelayan lainnya yang memiliki hati untuk kemuliaan Tuhan. “GBI El Shaddai Biak adalah gereja yang aktif baik urusan pelayanan maupun dalam pendewasaan iman jemaat bahkan pelayanan antar gereja juga masyarakat dan itu yang saya lihat, “ujar Ev. Pdm. Hence Karamoy S.Th yang sempat berkunjung dan diberi kesempatan melayani. Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan sebab jerih payahnya tidak sia sia. (HK)