Miris,,,!!!Bimtek KPUD Bolmut Menjadi Ajang Pengunduran Diri KPPS Dua Kecamatan

Miris,,,!!!Bimtek KPUD Bolmut Menjadi Ajang Pengunduran Diri KPPS Dua Kecamatan

SULUTDAILY, BOROKO – Berhembusnya isu dikalangan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ada di kecamatan Bolangitang Timur (Boltim) dan Kecamatan Bolangitang Barat (Bolbar) yang akan mengundurkan diri pasca diselenggarakannya Bimbingan Teknis (Bimtek) KPPS yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolaang Mongondow Utara di masing – masing kecamatan, Selasa (09/04/2019) kemarin.

KPPS yang ada di dua kecamatan (Bolbar dan Boltim,red) kecewa dengan uang saku yang disiapkan oleh KPUD Bolmut setelah mengikuti Bimtek yang digelar sehari penuh yang dimulai sejak pagi hingga berakhir menjelang sore hari (Selasa,red) dengan jumlah perorang sebesar Rp 30.000.

Salah satu KPPS yang ada di Desa keymanga Kecamatan Bolangitang Barat menyebutkan uang saku yang disebutkan sebagai uang pengganti transportasi oleh KPUD tidak sepadan beban kerja yang harus dipikul dalam mensukseskan pesta demokrasi Pemilu serentak 2019 yang akan digelar pada tanggal 17 April mendatang. Dan dirinya sangat menyesali dengan besarnya jumlah anggaran yang diplot pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk diperuntukkan pemilu 2019 ke KPU kabupaten/kota se-Indonesia.

” Sangat disesali dengan jumlah uang Rp 30.000 per orang yang hadir dalan bimtek KPPS tersebut. Kalau dihitung dengan transportasi kami yang berada di desa keymanga untuk menjangkau kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor camat bolangitang barat itu tidak bisa menutupi bensin pergi pulang. Dan kami berencana untuk mundur dari KPPS ” Ujar Karim salah satu KPPS desa keymanga yang diaminkan oleh salah satu KPPS yang ada di kecamatan bolangitang timur namun enggan dipublis nama dan desa berada, Kamis (11/04/2019).

Komisioner KPUD Bolmut Wiwidayanti Damopolii, S.Sos ketika dikonfirmasi menepis persoalan tersebut. Menurutnya uang saku yang dibagikan kepada para peserta bimtek (KPPS,red) sudah sangat sesuai, mengingat bimtek tersebut diselenggarakan di kecamatan masing – masing.

” Bimtek KPPS tersebut kami siapkan anggaran senilai Rp 40 juta. Dan peserta bimtek hanya empat (4) orang saja namun sudah diikutsertakan semua KPPS yang berjunmlah tujuh (7) orang dari masing – masing desa. Dalam bimtek tersebut peserta disiapkan makan dan snack beserta uang pengganti transportasi senilai Rp 30.000 per orang, ” Tangkis Damopolii.

Ditanya soal akan adanya KPPS yang nantinya akan mengajukan pengunduran diri, Damopolii menjelaskan sampai saat ini belum menerima adanya informasi pengunduran diri dari KPPS. ” Kami belum menerima informasi ada pengunduran diri KPPS, tapi akannya akan kami antisipasi jika ada yang akan mengundurkan diri, ” Tambahnya. (ricky)

CATEGORIES
TAGS
Share This