Legislator Amar Kosoloi Kecam Tindakan Represif PD Pasar Kepada Pedagang di Belang

Amar Kosoloi

SULUTDIALY|| Ratahan – Permasalahan yang terjadi di Pasar Belang, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang ramai di ruang-ruang publik media sosial pekan-pekan terakhir, menuai tanggapan dari anggota dewan Amar Kosoloi.

Bagaimana tidak, dijelaskan Kosoloi, tindakan yang merusak fasilitas milik rakyat itu adalah tindakan yang keliru. Artinya, ini soal bagaimana menyikapi permasalahan bagi pedagang yang menempati Pasar Belang yang notabenenya adalah rakyat Minahasa Tenggara.

“Pemerintah yang menyikapinya dengan cara yang agak kurang baik. Jadi ini hanya soal tidak ketemunya titik temu antara PD Pasar dengan mereka yang berjualan di situ,” ucap wakil rakyat daerah pemilihan dua ini.

Menurut Kosoloi, tidak boleh ada lagi cara-cara represif dari gerakan-gerakan yang sifatnya anarkis yang menggunakan label negara untuk menindas rakyat.

“Mereka bukan pencuri yang ada di situ. Mereka bukan juga penjahat. Kalau mereka punya kesalahan, PD Pasar Mitra tentu punya banyak cara untuk membuat semua menjadi stabil bukan sebaliknya,” jelas anggota dewan Mitra yang dikenal vokal ini.

Ia pun menuturkan, jika semangat PD Pasar ini adalah perapian administrasi dan semangat lebih kepada urusan pungutan, tapi kalau semangatnya kapitalisasi dalam arti kata ada semangat arus ekonomi besar di luar yang akan masuk ke tubuh pasar tersebut tentu itu tidak boleh dilakukan.

“Dalam hal ini mungkin ada retail yang akan masuk yaitu Indomaret itu agak ribet. Menjadi wajar kemudian ada perlawanan dari rakyat terhadap PD Pasar,” papar Kosoloi.

Jadi yang terpenting disini, lanjut Amar, adalah mungkin rakyat yang berjualan punya kesalahan dalam konteks iuran, tapi juga PD Pasar menyikapinya dengan cara yang tidak baik.

“Apa lagi Bupati Mitra James Sumendap adalah seorang mantan aktivis yang aktif demonstrasi untuk kepentingan kaum jelata di masa lampau. Tentu ini bentrok dengan kepribadian bapak bupati di masa lalu,” sebutnya.

Kosoloi pun berpendapat, hal ini perlu di kroscek ulang terkait gerakan tambahan PD Pasar yang menghancurkan bangunan-bangunan itu. Itu atas instruksi siapa? dan apa motivasinya?

“Kalau soal regulasi dan seterusnya kita bisa duduk satu meja. DPRD siap menfasilitasi. Sayangnyaapa yang perlu dibicarakan ketika PD Pasar sudah mengambil tindakan searogan itu,” pungkas Amar.

(***)

Loading

CATEGORIES
TAGS
Share This