Kelompok Nelayan ‘KNELS Likupang’ Bersihkan Sungai Mangrove Sarawet dan Rintis Jalur Wisata Baru

Kelompok Nelayan ‘KNELS Likupang’ Bersihkan Sungai Mangrove Sarawet dan Rintis Jalur Wisata Baru

MINUT || Sulutdaily – Desa Sarawet, Kecamatan Likupang Timur punya potensi wisata mangrove yang cukup unik. Selain wisata edukasi lokasi di ini memiliki banyak sungai-sungai kecil yang hijau, asri dan aman buat semua kalangan wisatawan.

Aksi angkat sampah KNELS-Likupang di Sungai Magrove Desa Sarawet, Kecamatan Likupang Timur, Senin (20/06/2021) masih dalam rangka HUT ke1 KNELS dan bulan peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia.

Hal ini juga yang menjadi dasar terbentuknya Kelompok Nelayan Elang Laut Sarawet yang dikenal dengan nama KNELS – Likupang. Mereka hadir dengan komitmen untuk mendukung program Kawasan Khusus Pariwisata (KEK) Likupang dengan tetap menjaga habitat ikan dan kelestarian lingkungan.

Wujud nyata tindakan itu pada Senin (20/06/2022) pasukan KNELS melakukan program sapu laut dimulai dari sungai mangrove Desa Sarawet, Kecamatan Likupang Timur. Disaat yang sama mereka melakukan survei dan perintisan jalur baru untuk lokasi wisata susur sungai dengan perahu kayak ataupun perahu tradisional.

“Kami menyadari nelayan dan petani adalah profesi utama di daerah kami, namun jika memang menjadi pemandu wisata lokal bisa menambah perekonomian kami sebagaimana nelayan-nelayan di Bali, maka kami akan terus mempersiapkan diri,” ungkap Ketua KNELS-Likupang Jemmy Marthin didampingi Sekretaris Noldi Kristian Pande.

Ia mengatakan kelompok nelayan mereka beranggotakan bapak-bapak dan ibu-ibu nelayan. Mereka terbentuk secara spontan dan berkegiatan selama ini dengan swadaya anggota. “Kami terbentuk karena memiliki hobi dan tujuan yang sama. Sampai saat ini kami tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah maupun swasta karena kami terbentuk secara swadaya. Tujuan kami laut tempat kami mencari ikan tetap terjaga dan pariwisata bisa dikembangkan di lokasi ini dengan tetap mengikuti aturan yang ada,” ujarnya.

Demikian ditambahkan Terry Rambi selaku Founder KNELS-Likupang yang juga tokoh masyarakat setempat bahwa kelompok nelayan ini secara spontan dengan harapan bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara walaupun dari hal-hal kecil. Dikatakannya bangsa ini akan sejahtera jika semua lapisan masyarakat memiliki kehidupan perekonomian yang stabil termasuk dari kelompok nelayan dan petani.

“Tidak harus menjadi pahlawan saat perang menjaga kelestarian lingkungan di laut ataupun membuang sampah pada tempatnya, itu sudah merupakan sumbangsih,” katanya.

Adapun kegiatan bersih-bersih sungai mangrove ini masih dalam momentun peringatan Hari Lingkungan Hidup seDunia dan perayaan HUT KNELS yang pada 12 Juni baru-baru ini berusia ke-1 tahun. Sampai saat ini KNELS dalam eksistensinya sudah terlibat dalam banyak program antara lain ikut membantu merintis wisata Pulau Napomanu, kampanye anti racun dan bom ikan, kampanye tentang pentingnya penghijauan dan wisata pungut sampah di sungai Mangrove Sarawet dan mendukung program Bank Sampah Induk Likupang. (*)

CATEGORIES
TAGS
Share This