Jubir Corona: Virus Covid-19 sudah Tersebar di 8 Provinsi, Termasuk Sulut

Manado3 Views

SULUTDAILY|| Jakarta – Juru Bicara Pemerintah penanganan corona Achmad Yurianto mengatakan, kasus virus corona ( Covid-19) tersebar di delapan provinsi di Indonesia yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Banten.

” Sebarannya sekarang melebar ke Jakarta DKI, Jawa Barat di sekitar DKI termasuk di Bandung, kemudian Tangerang, Jawa tengah sudah kita dapatkan kasusnya di Solo dan Jogja, di Bali, di Manado, Pontianak,” kata Yuri di Gedung BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/03/2020) seperti yang dilansir Kompas.com.

Yuri mengatakan, pemerintah saat ini sedang menelusuri kasus virus corona di daerah-daerah tersebut. “Ini yang membuat kita tracing lebih keras lagi, terkait pernyataan WHO bahwa virus Corona sudah Pandemi,” ujarnya.

Baca: http://sulutdaily.com/corona-pandemi-gubernur-hindari-keramaian/

Lebih lanjut, Yuri mengatakan, setiap daerah terus melakukan pengawasan yang lebih ketat dengan pendekatan base case dan community base. “Tetapi harus fokus pada community base berbasis pada masyarakat informasi. Data akan kami rilis di website, website ini akan kita satukan ke BNPB,” pungkasnya.

Sebelumnya, Yurianto mengatakan, kasus positif Covid-19 di Indonesia per Sabtu (14/3/2020) siang mencapai 96. Jumlah itu bertambah 27 dari sehari sebelumnya atau Jumat (13/3/2020).

Dari jumlah itu, sebanyak delapan pasien dinyatakan sembuh dan sudah 5 orang meninggal.

Sementara itu, di Sulut dikabarkan seorang Warga Manado positif Corona. Saat ini pasien tersebut dirawat di RS Kandouw. Sebelumnya, pasien ini sudah pernah di rawat di RS Islam Sitti Maryam Tuminting, dirujuk ke RS TNI Teling, kemudian berpindah ke RS Pancaran Kasih dan akhirnya dirawat di RSUD Kandouw. Menurut sejumlah informasi, pasien ini baru saja pulang dari umroh.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr Steaven Dandel MPh mengatakan belum ada hasil laboratorium resmi dari Kemenkes.

” Jadi torang tidak bisa kasih statement apapun. Kalau ada yang positif, maka statement resminya dari Juru Bicara Pemerintah Pusat dan bukan Ibu Kadis yang memberikan statement ataupun Gubernur,” ujarnya tadi siang.(Kompas/Jr)