
Inspiratif, Komunitas Sang Alang Tanam Bakau untuk Selamatkan Pulau di Likupang
SULUTDAILY, MINAHASA UTARA – Salut dan inspiratif! Benar-benar patut dijadikan contoh apa yang dilakukan Komunitas Sang Alang. Ditengah hiruk-pikuk masalah bahkan kasus-kasus anarkis di sejumlah daerah di Sulawesi Utara, komunitas ini justru melakukan program silaturahmi dengan melakukan penanaman pohon bakau (mangrove) dan kali ini dilaksanakan 3 hari Jumat-Minggu (24-26/04/2025).

Komunitas Sang Alang juga menanam bakau di lokasi gundul daratan Desa Sarawet
Lokasi yang dipilih juga berdasarkan hasil survey yaitu di Desa Sarawet, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Di desa ini terdapat Pulau Napomanu yang mengalami abrasi. Pulau berpasir putih ini terancam punah karena hilang daratannya secara bertahap.
Ketua Pelaksana kegiatan, Rendy Manurip, menungkapkan kegiatan ini bertema ‘merawat hutan mangrove untuk pesisir hijau’. Dikatakannya keberadaan mangrove sangat penting bagi manusia antara lain menjaga ekosistem dan menahan gelombang termasuk penahan tsunami yang paling efektif.
Senada diungkapkan peserta penghijauan, Paulus Natanael Sasela. “Senang bisa terlibat dengan kegiatan kumpul-kumpul yang positif seperti ini. Jadi silaturahmi yang dibungkus dengan melakukan penghijauan untuk membuktikan eksistensi kita sebagai pecinta alam. Jadi, bukan hanya dalam kata-kata tapi juga lewat tindakan,” ujar Polce sapaannya, yang juga personil KPA Likupang ini.
Hukum Tua Desa Sarawet Herry Tongkukut juga mengapresiasi kegiatan ini bahkan berharap Komunitas Sang Alang akan terus eksis dalam program-program pelestarian lingkungan seperti ini.
Demikian juga apresiasi disampaikan Ketua Harian Komunitas Likupang Raya (KLiR) Jelly K. Maramis. “Salut buat Komunitas Sang Alang. Secara swadaya bisa melakukan program mulia, yang seharusnya dilakukan pemerintah atau perusahaan swasta. Masalah penghijauan apalagi mangrove itu urgen karena menyangkut keselamatan dan kelangsungan hidup manusia secara tidak langsung,” ungkap Maramis yang juga Ketua Asosiasi Wisata Air (Awista) Sulawesi Utara.

Kebersamaan Komunitas Sang Alang
Adapun dalam rangkaian kegiatan ini, para personil Komunitas Sang Alang melakukan diskusi tentang pelestarian lingkungan, lomba-lomba untuk keakraban hingga bermain stand up paddle (SUP) atau disebut juga selancar dayung yang saat ini sedang digandrungi para pecinta olahraga air di seluruh belahan dunia. (*)
![]()

