Gubernur Sulut Mengajak Diaspora Kawanua Bangun Kampung Halaman

Nasional11 Views

SULUTDAILY|| Jakarta -Perayaan Natal dan Kunci Taon Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) tahun 2026 yang berlangsung khidmat dan meriah di Balai Samudera, Jakarta, Sabtu (31/01/2026), menjadi momen istimewa bagi Pemerintah Sulut. 

Pada acara tersebut, Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas warga Kawanua di perantauan dan secara khusus mengajak para pakar serta pengusaha diaspora untuk bersinergi membangun Bumi Nyiur Melambai. 

“Marijo baku tongka, kong baku beking maju. (Mari saling menopang, lalu saling mendorong kemajuan). Mari berkontribusi ikut memikirkan, memberikan saran, dan ide kreatif dari perantauan untuk kampung halaman,” kata Gubernur. 

Gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Utara kini sangat membutuhkan sumbangsih ide kreatif dan keterlibatan langsung para tokoh di perantauan untuk mengelola potensi daerah, khususnya di sektor pertambangan rakyat dan pariwisata, 

Maka, Gubernur adalah ajakan kepada para ahli pertambangan asal Sulawesi Utara yang sukses di Jakarta untuk membantu pemerintah provinsi dalam mengelola Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). 

Ia mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah memperjuangkan legalitas 232 blok WPR, di mana 63 blok di 6 kabupaten telah disetujui. “Bagi yang ahli-ahli tambang, pulang jo, bergabung dengan provinsi, bergabung dengan BUMD kita, kita akan segera keluarkan izin pertambangan rakyatnya,” tegas Gubernur Yulius.  

Selain tambang, sektor pariwisata juga menjadi prioritas dengan adanya revitalisasi destinasi unggulan seperti Bukit Kasih, Sumaru Endo, dan pembersihan Danau Tondano. 

Memadukan Ibadah Syukur Dan Pertunjukan Seni Budaya Kawanua 

Adapun acara Natal dan Taon Baru, dikemas unik dengan memadukan ibadah syukur yang mendalam dengan pertunjukan seni budaya Kawanua yang semarak dalam sebuah konsep Ibadah Naratif Teatrikal yang inovatif dan baru pertama kali digelar dalam sejarah KKK. 

Mengusung tema Natal Nasional Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2025, yaitu “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21-25), dengan sub-tema “Kasih Kristus Sempurna Bagi Kita Dalam Menjaga Akar, Menyatukan Hati dan Menjadi Cahaya”, acara ini menjadi  momen refleksi dan penguatan ikatan kekeluargaan bagi seluruh warga Kawanua di perantauan. 

Pendeta Johny Alexander Lontoh, M.Min., M.Th., selaku konseptor, menyebutkan narasi perayaan dibagi dalam empat sesi: diawali dengan kisah penciptaan, kejatuhan manusia, dan rencana keselamatan dalam Tuhan Yesus; dilanjutkan dengan konteks keluarga modern dengan berbagai permasalahannya; kemudian keluarga yang dilawat oleh Tuhan; dan diakhiri dengan panggilan untuk hidup dalam terang. 

“Setiap sesi narasi akan diperkaya dengan pementasan tari dan pertunjukan surealis untuk memperdalam perenungan jemaat,” jelas Pdt. Lontoh. 

Pada bagian Perayaan Kunci Taon, acara ini dimeriahkan oleh kolaborasi apik dari berbagai pengisi acara ternama. Pujian jemaat akan dipandu oleh paduan suara akbar yang terdiri dari Nafiri Choir dan GP Choir, dengan iringan musik dari tim musik GPIB Paulus Jakarta.  Adapun Pesan Natal akan disampaikan secara oikumenis oleh RD Anthonius G.A.  

Selain ibadah, acara ini juga akan menjadi panggung bagi kekayaan seni dan budaya Kawanua. Berbagai pertunjukan seperti Tari Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, dan Masamper akan ditampilkan. Sejumlah artis berdarah Kawanua juga akan turut memeriahkan acara, di antaranya Dirly Sompie, Randy Lapian, Angel Punaji, dan penampilan spesial dari Tonny Wenas. 

Ajang silaturahmi 

Acara yang juga dihadiri oleh staf khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, serta tokoh-tokoh nasional asal Sulawesi Utara seperti Theo Sambuaga (Politisi), Glenn Kairupan (Dirut Garuda Indonesia), menjadi ajang penguatan silaturahmi bagi para warga Kawanua.  

Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia, Tony Wenas, serta Niko Kanter, menjadi simbol kekuatan diaspora yang diharapkan dapat memberikan saran strategis bagi kemajuan Bumi Nyiur Melambai,. 

Gubernur Sulut menyatakan rasa bangganya terhadap eksistensi KKK yang selalu memedomani filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” serta berkontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan di pemerintahan maupun sektor lainnya. 

Karena itulah, Gubernur Yulius Selvanus menekankan pentingnya kekompakan diaspora yang diharapkan dapat melahirkan ide-ide kreatif dan inovasi bagi kampung halaman. Beliau meyakini bahwa Jakarta merupakan tempat berkumpulnya banyak pemikir dan figur hebat yang memiliki kapasitas untuk memajukan Sulawesi Utara. 

“Saya sangat yakin dan percaya banyak pemikir-pemikir, banyak jagoan-jagoan, jawarajawara di Jakarta ini, yang bisa berkontribusi untuk kampung halaman,” ujar Gubernur di hadapan warga Kawanua. 

Menutup sambutannya, Gubernur mengingatkan warga Kawanua untuk terus menjaga nama baik daerah dan bangsa, serta merayakan kesuksesan putra asli Langowan, Presiden Prabowo Subianto, sebagai kebanggaan bersama masyarakat Sulut 

Dari Pesan Damai Hingga Ajakan Membangun Negeri 

Suasana kekeluargaan yang kental menyelimuti Balai Samudera, Jakarta, saat sekitar seribuan lebih warga Kawanua yang berkumpul untuk merayakan Natal dan tradisi “Kunci Taon” KKK tahun 2026. Acara ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum bagi warga diaspora Sulawesi Utara untuk mempererat tali persaudaraan serta merenungkan makna iman dan kontribusi nyata bagi bangsa. 

Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, yang hadir mewakili Menteri Agama, membagikan kisah inspiratif tentang perjalanannya menempuh studi Kristen dan Islam di Amerika Serikat serta Inggris. Ia menekankan pentingnya cinta kasih antarsesama tanpa memandang latar belakang agama.  

“Mari kita cintai sesama kita seperti kita semua mencintai diri kita sendiri,” ujarnya mengutip pesan Kitab Suci sambil mengajak KKK untuk terus berjalan dalam cahaya Tuhan. 

Senada dengan hal tersebut, Ketua 

Dewan Kehormatan KKK, Theo Sambuaga, menegaskan bahwa kasih merupakan landasan utama bagi KKK dari generasi ke generasi. Ia bangga melihat kekompakan diaspora yang berkarya di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan hingga sektor swasta, namun tetap mengingat daerah asal mereka. 

Inovasi dan Peran Kawanua sebagai “Peacemaker” Dunia  

Salah satu momen yang paling berkesan adalah pesan dari sesepuh KKK, Glenn Kairupan, yang memberikan wejangan tajam mengenai masa depan. Dengan slogan “No innovation, no future,” ia memotivasi generasi muda Kawanua untuk menjadi agen perubahan yang kreatif. Lebih jauh, Dirut Garuda Indonesia ini mendorong warga Manado yang memiliki potensi sebagai pemberani dan fasih berbahasa untuk menjadi “peacemaker” atau pendamai di lembaga-lembaga internasional seperti PBB, IMF, dan World Bank. 

Mewakili Gubernur DKI Jakarta, Kepala Biro Pendidikan dan Mental Pemprov DKI Jakarta, Fajar Eko Satrio, menyampaikan kekagumannya terhadap filosofi Minahasa, “Si Tou Timou Tumou Tou” (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain). Menurutnya, prinsip ini sangat relevan dengan visi pembangunan Jakarta sebagai kota global yang peduli dan saling menghargai. 

Ia juga mengapresiasi kontribusi nyata komunitas Kawanua dalam menjaga kedamaian dan kemajuan kota Jakarta. 

Menutup kegiatan tersebut, Ketua Umum DPP KKK, Angelica Tengker, dalam sambutannya menekankan visi KKK periode 2025-2030 untuk “menjaga akar, menyatukan hati, dan menjadi cahaya”. 

Fajar juga mengingatkan warga untuk tetap memegang teguh nilai luhur tanah Minahasa sembari menjadi berkat di mana pun mereka berada.  (*/humas k3)