Terkait Rendahnya Kualitas Pendidikan di Sulut
SULUTDAILY|| Manado- Wakil Ketua II Dewan Pendidikan Kota Manado Dr. Meiske Liando, S.Pd. M.Pd sepakat dengan pernyataan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw bahwa kualitas Pendidikan di Sulut rendah dan tertinggal dengan daerah lain terkait menurunnya isu pendidikan di Sulut, saat membuka rapat koordinasi pengelolaan pendidikan menengah kepala satuan SMA, SMK, SMLB se Sulut beberapa waktu lalu.
” Saya sependapat dengan pernyataan Bapak Wagub Steven Kandouw . Solusinya adalah tingkatkan kompetensi guru dan hindari intervensi politik praktis di sekolah,” kata Meiske yang sehari hari adalah Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Manado (UNIMA) kepada Sulutdaily.com Jumat (21/10/2016).
Selain itu, kata Dr Meiske fasilitas pembelajaran juga harus dilengkapi, benahi manajeman sekolah dan tingkatkan jumlah Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah).
Menurut Drs Meiske guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan, ironisnya nasib para guru kurang mendapat perhatian. Sementara para guru ini harus meningkatkan kopentensinya. ” Untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui pendidikan formal saat ini relative sulit karena biaya pendidikan yang kian mahal. Apalagi tenaga guru yang ditempatkan didaerah terpencil, kepulauan dan daerah perbatasan,” kata Dosen yang murah senyum ini.
Terkait soal pungli yang marak terjadi, pada dasarnya dapat diberantas setelah memperjelas secara spesifik kriteria pungli, diefektifkan pengawasan, libatkan dewan pendidikan dan komite sekolah sebagai representasi stakeholder pendidikan. ” Kontrobusi dan partisipasi masyarakat tetap diberi ruang dengan sistem dan mekanisme yang jelas. Saya tetuju pungli diberantas tetapi jangan melarang kontribusi dan partisipasi masyarakat,” ujar Meiske, Doktor Cum Laude ‘Kajian Budaya’ lulusan Universitas Udayana Bali.
Dinas Pendidikan Provinsi memegang kewenangan desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang pendidikan. ”Untuk itu Diknas Provinsi harus proaktif dan antisipatif serta kreatif dalam menyusun rencana strategis yang bersentuhan dengan peningkatan mutu pendidikan. Jabatan struktural di lembaga ini harus selektif sesuai kompetensi, baik dari latar belakang pendidikan dan pengalaman,” kata Dr Meiske. (Jr)
