
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, OJK Sulutgomalut Gelar Rakorwil Tim TPAKD
SULUTDAILY|| Manado-Memaksimalkan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah,Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo tahun 2025, Kamis (03/07/2025) di Hotel Luwansa, Manado.
Kepala OJK Sulutgomalut, Robert H.P. Sianipar, menjelaskan OJK berupaya meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung program prioritas pemerintah, seperti pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan berkelanjutan.

” Rakorwil ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program TPAKD yang telah berjalan serta memperkuat kontribusinya dalam mendukung visi dan misi pemerintah daerah. Termasuk juga membahas berbagai solusi untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan memaksimalkan sumberdaya di daerah baik Sulawesi Utara maupun Gorontalo,” ungkap Sianipar.
Ia mengungkapkan, saat ini telah terbentuk 16 TPAKD Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi
Sulawesi Utara yang telah dikukuhkan oleh Gubernur Sulawesi Utara pada 24 September 2021, serta telah terbentuk 7 TPAKD Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo yang telah dikukuhkan oleh Gubernur Gorontalo pada 7 Desember 2022.
“Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) merupakan forum koordinasi resmi bagi lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” katanya.
Sejalan dengan semangat transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045, peran TPAKD semakin strategis dalam menjembatani kebijakan pusat dengan kebutuhan dan potensi daerah.
Salah satu prioritas utama saat ini adalah bagaimana TPAKD tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi menjadi katalisator nyata dalam mendukung programprogram kerja pemerintah daerah, khususnya melalui implementasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED).
PED menjadi pendekatan yang lebih terfokus dan berbasis data dalam mendorong inklusi keuangan melalui pengembangan komoditas unggulan daerah dan pembentukan ekosistem closed loop yang melibatkan pembudidaya, pelaku usaha, offtaker, dan lembaga keuangan.
“OJK sebagai bagian dari TPAKD, mendorong agar program kerja TPAKD diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah dan nasional. Sinergi lintas pemangku kepentingan, termasuk peran aktif Kepala Daerah, sangat penting dalam mengawal keberhasilan program-program tersebut, mulai dari perencanaan hingga pemantauan dampaknya terhadap masyarakat,” ujar Sianipar.
Saat menyampaikan sambutan, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay mengatakan lterasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dan strategi bagi pembangunan daerah.

Keduanya memiliki peran krusial dalam mencapai prioritas pembangunan daerah, khususnya yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
“Akses keuangan yang inklusif dan merata merupakan salah satu kunci dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui akses keuangan yang lebih mudah, masyarakat dapat mengakses berbagai produk dan layanan keuangan yang mendukung peningkatan kesejahteraan,” ungkap Mailangkay saat membuka secara resmi acara Rakorwil.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah RH, mengakui dengan adanya pengurangan atau efisiensi anggaran sangat berdampak pada program-program di tingkat UMKM untuk itu diperlukan strategi baru bagi peningkatan keuangan daerah.
” Kami mengapresiasi kinerja OJK yang sempat melakukan kunjungan ke Gorontalo. Ini menjadi semangat untuk mendorong perekonomian di tengah ketidakpastian ekonomi,” ujarnya.
Untuk membekali peserta Rakorwil Tim TPAKD se- Sulawesi Utara dan Gorontalo, OJK menghadirkan narasumber yang kompeten yakni Direktur Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Rony Ukurta Barus, Direktur Departemen Perizinan Pasar Modal, Muhamad Adi Wijoyo, Direktur Departemen Perizinan Pasar Modal Kunwidarto, Deputi Direktur Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal Bayu Samodro dan Direktur Regional Investment and Business Network (RIBNet) Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd.
Pada kesempatan tersebut, OJK juga menghadirkan pelaku ekspor impor Kakao yakni Ibu Sisilia Ni Wayan Nirasti, seorang Perempuan petani kakao asal Wedi Agung Selatan, Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondo, Sulawesi Utara untuk berbagi pengalamannya mengekpor Kakao ke Jepang dan sedang bersiap untuk memenuhi permintaan ribuan ton kakao ke Cina.
Rakorwil turut dihadiri Walikota Bitung Hengky Honandar, Bupati Minsel Frangky Wongkar, pimpinan perbankan dan instansi vertikal serta media.(**)
![]()

