Buang Rasa Takut, Vaksinasi untuk Pencegahan Covid-19

Buang Rasa Takut, Vaksinasi untuk Pencegahan Covid-19

Salah seorang lansia di Vaksin Sinovac di Auditorium Universitas Sam Ratulangi, Manado, Jumat (05/03/2021). (foto/ist/doc Unsrat)

Rasa takut boleh saja jadi alasan, tapi program vaksinasi telah menjadi salah satu solusi Pemerintah RI untuk menjadi benteng pencegahan Covid-19 dari potensi merebaknya varian baru di Indonesia. Di Sulawesi Utara, sasaran Vaksinasi di Sulawesi Utara yakni 389.479 orang dan cakupan total populasi vaksin masih baru 10%.

Vaksinasi sudah dimulai sejak Presiden Jokowi dan jajarannnya disuntik vaksin untuk pertama kalinya pada Rabu (13/1/2021) lalu. Menyusul di Sulut Vaksinasi Covid-19 dicanangkang pada Jumat (15/01/2021). Namun, tak bisa dipungkiri ada sebagian masyarakat yang merasa khawatir tentang keamanan dan efek samping yang bisa ditimbulkan dari vaksin Sinovac dan AsrtaZeneca ini.

Sepasang lansia Ibu Theresia Yuswandani Adileokito (76) bersama suaminya Adileokito Martawinata mengaku sama sekali tidak ada perasaan takut saat divaksin.

Theresia Yuswandani Adileokito bersama suaminya Adileokito Martawinata saat suntikan kedua. (Foto/ist)

” Saya bersedia divaksin karena menurut saya itu salah satu cara untuk melindungi diri saya sendiri dari terjangkit covid 19 sebab imunitas tubuh terbentuk,” kata Yuswandani mantan advokat dan aktivis perempuan yang akrab disapa Ibu Adi ini.

Menurut pendiri Yayasan PEKA Manado , supaya lansia tidak takut divaksin, pemerintah harus memberikan penjelasan yang tuntas apa manfaat jika divaksin dann apa kerugiannya atau akibat buruk jika belum divaksin.

” Saya yakin sudah banyak terbentuk komunitas dan grup Lansia. Ini bisa dimanfaatkan sesama lansia untuk saling berbagi informasi yang benar tentangg manfaat vaksinasi,” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa Lansia memiliki risiko kematian akibat Covid-19 tertinggi. Sekitar 50 persen dari seluruh kematian akibat Covid-19 terjadi pada lansia.

Padahal jumlah lansia hanya 12 persen dari total kasus Covid-19. Untuk itulah, percepatan vaksinasi Covid-19 pada lansia penting untuk dilakukan (***)

Target Lansia Terkendala

Hingga akhir Mei 2021 ini, dari sasaran vaksinasi lansia sebanyak 172.736 orang, yang sudah divaksinasi suntikan pertama dengan vaksin Sinovac sebanyak 11.313orang, dengan vaksin AstraZeneca untuk dosis pertama sebanyak 7.651 orang.

“Untuk capaian suntikan pertama Sinovac yakni 6, 55 persen dan AsrtaZeneca 4,43 persen,” kata Jubir Satgas Covid-19 Sulut Dr. Steaven Dandel merujuk data Covid-19 per 30 Mei 2021.

Sedangkan, untuk suntikan kedua menggunakan vaksin Sinovac baru mencapai 8.609 orang, sedangkan vaksin AsrtaZeneca 186 orang.

Menurut dr Dandel stok vaksin sangat cukup, namun perlu pendekatan ekstra untuk lansia, karena banyak yang masih takut untuk divaksinasi.

“Beberapa waktu lalu, malah sudah ada yang mengupayakan sampai jemput ke tempat ibadah. Meski demikian, tapi masih sedikit partisipasi lansia di Sulut untuk ikut vaksinasi.

“Sosialisasi terkait pentingnya vaksinasi untuk lansia terus kami upayakan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota,” ujarnya.

Ketua Lansia Sinode GMIM Dra Roosje Kalangi mengatakan, sebenarnya para lansia bersedia untuk di Vaksin, tidak ada rasa takut, namun keberadaan mereka terbatas baik waktu dan biaya jika harus mendatangi tempat vaksinasi yang cukup jauh.

Ketua Lansia Sinode GMIM Dra. Roosje Kalangi

” Pemprov Sulut sudah bekerja keras untuk melakukan sosialisasi, tapi saran saya, Satgas Covid-19 Kabupaten dan Kota sebaiknya membuat program vaksinasi Covid-19 kepada lansia per Desa/Kelurahan,” kata Roosje mantan pejabat di Pemprov Sulut ini.

Diungkapnya, khusus di GMIM ada sekitar 70.000 lebih lansia dan masih sedikit yang sudah divaksin.Dengan kondisi fisik yang sudah mulai menurun, lansia membutuhkan tempat vaksinasi yang mudah dekat dan mudah dijangkau.

“Tidak semua sasaran vaksinasi memiliki kondisi sosial maupun ekonomi yang sama seperti lokasi vaksinasi yang jauh, ketiadaan pendamping, akses transportasi yang sulit dll. Hal inilah yang kemudian menghambat para lansia untuk mengikuti vaksinasi,” jelas Roosje yang kini menjabat Ketua Forum Puspa Sulut dan juga mantan atlet terjun payung ini.(***)

Sosialisasi Dimaksimalkan

Di sisi lain, terdapat aturan yang menyatakan bila ada warga negara yang menolak disuntik vaksin bisa dikenakan sanksi pidana berupa penjara dan denda sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (1) jo Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan.

Terkait hal ini, Dekan Fakultas Hukum Unsrat Manado Dr Flora Kalalo SH MH mengatakan untuk saat ini, sanksi pidana untuk mereka yang menolak Vaksin Covid-19 belum perlu.

Dr Flora Kalalo SH MH

” Hal sangat penting yang harus dilakukan adalah sinergitas pemerintah dalam melakukan sosialisasi secara kontinyu dengan para pemangku kepentingan untuk mendorong rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah pada program ini.Harus di perkecil dampak, reaksi dari vaksin ini,” kata Dr Flora sambil menambahkan Informasi dari media harus lebih bijaksana.

Nah, jika sosialisasi pemerintah sudah maksimal tapi masih ada orang yang tidak patuh, maka aturan hukum harus diterapkan sesuai ketentuan yang ada.

Wali Kota Manado Andrei Angouw meminta dukungan tokoh agama untuk mempercepat vaksinasi Covid-19. “Kami minta kepada para tokoh agama saat ibadah ikut mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan vaksinasi,”kata Wali Kota AA di ibadah perdana Pemkot Manado di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (24/05/2021) lalu.

Wali Kota AA berpendapat , saat ini banyak masih banyak masyarakat yang belum sadar bahwa mereka harus divaksin Covid-19. “Saya harap dengan ajakan dari tokoh agama, masyarakat terdorong untuk bersedia divaksin,”kata Andrei didampingi Wakil Wali Kota Richard Sualang.

Wakil Sekretaris Majelis Daerah Gereja Pantekosta di lndonesia (MD GPdI) Sulawesi Utara Pdt. Hanny. Awuy, STh menyambut baik tentang dukungan Rohaniawan/ Tokoh Agama terhadap program pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19.

” Tokoh Agama berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk memberikan informasi dan motivasi agar umat atau jemaat agar bersedia melakukan Vaksinasi di tempat fasilitas kesehatan yang ditentukan,” kata Pdt Hanny yang adalah Gembala GPdI Jemaat Imanuel CitraLand Manado

Pdt Hanny berharap melalui Vaksinasi ini masyarakat terlindungi dari Covid-19. ” Yang terpenting adalah iman kita kepada Tuhan, jaga imun dan terapkan protokol kesehatan secara disiplin,” ujar Pdt Hanny sambil menambahkan pondasi penting agar terhindar dari penularan COVID-19 adalah perubahan perilaku masyarakat. (Jr)

CATEGORIES
TAGS
Share This