BI Sulut Gelar Capacity Building TP2DD di Kota Bandung

Ekonomi17 Views

SULUTDAILY|| Bandung- Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan kegiatan Capacity Building  6–7 November 2025 di Kota Bandung, Jawa Barat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut (KPw BI Sulut), Darmawan TB Hutabarat menyampaikan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat sinergi antar anggota TP2DD serta memperdalam pemahaman mengenai implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). ‘’ Implementasi tersebut diharapkan dapat berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kegiatan ini penting untuk kesinambungan dan penguatan ekosistem digital di daerah,” ujarnya.

Hutabarat memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas komitmen mereka dalam memperkuat sinergi lintas daerah. ‘’ Kegiatan ini adalah momentum produktif untuk memperoleh wawasan baru, memperkaya strategi, dan memperkuat jejaring guna mengakselerasi digitalisasi daerah. Kami berharap seluruh pemda dapat menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Hutabarat.

Komitmen BI untuk mendukung pelaksanaan program TP2DD melalui koordinasi intensif, fasilitasi pendampingan, serta penyelenggaraan High Level Meeting, Capacity Building, dan sosialisasi publik. “Melalui kegiatan ini, TP2DD se-Sulawesi Utara dapat menyusun roadmap ETPD yang terarah serta menciptakan inovasi yang merespons kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Dengan semangat “Belajar, Berbagi, dan Berinovasi”, TP2DD Sulut bertekad untuk mendorong transformasi digital menuju pemerintahan daerah yang lebih transparan, efisien, dan inklusif.

Pada hari pertama kegiatan, diadakan sesi berbagi yang membahas berbagai isu strategis, seperti perkembangan Indeks ETPD terkini, strategi ETPD, program unggulan, dan dampaknya terhadap PAD. Diskusi juga mencakup dukungan BPD terhadap digitalisasi pemda dan perlindungan konsumen dari risiko kejahatan siber.

Hari kedua diisi dengan studi kunjungan ke beberapa lokasi unggulan di Jawa Barat, termasuk Bapenda Provinsi Jawa Barat untuk mempelajari sistem BE STRONG (Bapenda Executive Smart Monitoring), Terminal Leuwipanjang dengan implementasi Samsat Digital, serta moda transportasi Bandros (Bandung Tour on Bus). Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran nontunai.

Kegiatan ini melibatkan jajaran anggota TP2DD se-Sulut, termasuk Kepala Bapenda Sulut June Silangen, Kepala Bapenda Kota Manado Jefry Mongdong, Kepala Bapenda Kabupaten Minahasa Selatan Melky Manus, dan perwakilan tim teknis TP2DD dari kabupaten/kota se-Sulut serta Bank SulutGo. Dengan langkah ini, TP2DD diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi digitalisasi pemerintah daerah di Sulawesi Utara.(*/Jr)