Bank Indonesia Edukasi Peserta Mubeswil IWO Sulut

Ekonomi14 Views

SULUTDAILY|| Manado- Kepala Perwakilan  Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto memberikan apresiasi kepada Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan online (IWO) Sulut yang melibatkan BI untuk mengedukasi anggota IWO tentang peran Jurnalis dalam memperkuat komunikasi kebijakan bank sentral di era transformasi digital.

‘’Jurnalisme di era disrupsi dituntut untuk cepat, adaptif, dan akurat dalam menyajikan informasi, sambil tetap menjaga etika dan kredibilitas sesuai UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Perkembangan teknologi dan media digital membuka peluang inovasi, namun juga menghadirkan tantangan seperti hoaks, tekanan ekonomi, dan fragmentasi perhatian publik,’’kata Joko Supratikto, yang diwakili Kepala Tim Implementasi KEKDA, Made Dony Wirawan di acara Musyawarah Bersama Wilayah I IWO Sulut,  di Kantor Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara, Selasa 18/10/2025.

Diawal pemaparannya, Donny menyampaikan sebagai Bank Sentral, tujuan Bank Indonesia adalah mencapai stabilitas nilai Rupiah, memelihara atabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.‘’ Untuk melakukan peran ini, BI memiliki kebijakan pendukung yakni pengembangan UMKM,  ekomoni syariah, perdalam pasar keuangan, dan kebijakan internasional,’’kata Donny

Ia juga menjelaskan kondisi perekonomian Sulut bahwa pertumbuhan ekonomi Sulut lebih tinggi dari nasional pada triwulan III 2025 yang tumbuh 5,39% (yoy), melampaui pertumbuhan nasional  sebesar 5,04% (yoy). Kinerja perekonomian Sulut ditopang oleh LU Pertanian dan Konsumsi RT. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), Perekonomian Sulut didorong oleh menguatnya LU Transportasi (Jumlah penumpang AU dan pembukaan rute baru baik domestic dan internasional), dan Konstruksi (penyelesaian rencana tata ruang wilayah sebagai quick win pemerintah baru). Dari sisi pengeluaran, kinerja perekonomian Sulut pada triwulan III 2025 ditopang oleh menguatnya Investasi (penanaman modal & realisasi investasi), Ekspor (minyak nabati), Impor (barang modal), dan Konsumsi Pemerintah (belanja bantuan sosial).

‘’Untuk Inflasi, pada Oktober 2025, Sulawesi Utara mengalami inflasi sebesar 1,48% (yoy), utamanya didorong oleh kenaikan harga beras, diikuti emas perhiasan seiring kenaikan harga emas global. Disisi lain, daging babi mengalami penurunan harga karena stok yang kembali pulih setelah virus African Swine Fever,’’ ujarnya.

Dijelaskan juga perkembangan digitalisasi Sistem Pembayaran di Sulawesi Utara. Digitalisasi ekonomi dan keuangan semakin diterima masyarakat Sulut,  keinginan masyarakat untuk melakukan transfer ritel melalui BI-Fast tumbuh mencapai 17,88jt transaksi,disertai shifting dari SKN yang turun menjadi 30,03jt transaksi pada triwulan III2025.

 Akseptasi QRIS juga semakin meluas di Masyarakat Sulawesi Utara, hal tersebut terlihat dari jumlah pengguna QRIS meningkat 16,67% (yoy) dan jumlah merchant meningkat 18,53% (yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh berbagai sinergi program perluasan QRIS yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama PJP dan stakeholder.

‘’Dalam rangka mendorong peningkatan PAD, Untuk itu, KPwBI Prov Sulut berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan program TP2DD melalui koordinasi intensif dan fasilitasi berbagai kegiatan seperti HLM, Capacity Building, Pemberian Insentif terhadap Wajib Pajak yang bertransaksi menggunakan kanal, pembayaran digital, dan sosialisasi dalam rangka peningkatan literasi,’’ kata Donny.

Dony Wirawan mengakui di era disrupsi saat ini, definisi profesionalitas Jurnalis sering dipertanyakan. Banyak individu menyebarkan berita di media sosial tanpa standar jurnalistik.  Sulit membedakan informasi dari jurnalis resmi dan non-profesional.

‘’Arus informasi yang cepat membuat proses verifikasi lebih sulit dan sering ditinggalkan.Dan terjadi persaingan yang ketat dengan influencer dan konten digital. Publik digiring dan lebih mudah percaya opini populer dibanding laporan mendalam,’’kata Donny.

Menjawab tantangan ini, Jurnalis harus menguasai berbagai platform dan format digital dan harus menjaga akurasi dan etika serta meningkatkan kemampuan verifikasi dan multimedia, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab  ‘’ AI dan otomatisasi   dapat menimbulkan risiko plagiarisme atau bias bagi Jurnalis,’’tambah Donny dan berharap kolaborasi dengan media dapat memperkuat kualitas informasi ekonomi di tengah percepatan digitalisasi.

Mengutip kalimat Presiden Ke-3 Amerika Serikat Thomas Jefferson, ”Pers adalah instrumen paling baik dalam pencerahan dan meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk rasional, moral dan sosial”, Donny mengakhiri materinya dalam dialog interaktif Mubeswil IWO Sulut.

Ketua PW IWO Sulut Jeane Rondonuwu yang juga adalah moderator dalam dialog interaktif tersebut mengatakan, IWO akan bermitra dengan BI Sulawesi Utara untuk mengedukasi masyarakat menghadapi tantangan tranformasi dan digitalisasi ekonomi. ‘’ IWO Sulut akan bermitra dengan BI Sulut untuk menyampaikan berita ekonomi yang berkualitas,’’kata Jeane.

Dialog Interaktif Mubeswil IWO Sulut juga menghadirkan narasumber Kapolda Sulut  Irjen Pol Dr Royke Harry Langie SiK MH  yang di Wakili Penmas Bidang Humas Polda Sulut, Kompol Peter Gosal SH MH, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara Januar Pribadi SiP, MM diwakili Ketua Tim Pembinaan Balai Bahasa Anas Nurdin SS M.Hum, dan Dekan Fisip Unsrat Dr Ferry Daud Liando M.Si. (Jr)