Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Sunday, January 21, 2018
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Minahasa » Virus Flu Burung Menyerang Unggas di Desa Panasen

Virus Flu Burung Menyerang Unggas di Desa Panasen 

Virus (H5N1) flu burung yang menyerang unggas di Desa Panasen Kecamatan Kakas Barat Kabupaten Minahasa

SULUT DAILY|| Minahasa- Menurut anggota tim dari Balai Besar Veteriner Maros (drh) Dokter Hewan Faizal bahwa Virus (H5N1) flu burung yang menyerang unggas di Desa Panasen Kecamatan Kakas Barat Kabupaten Minahasa ada indikasi lebih ganas dibandingkan virus flu burung yang melanda beberapa daerah di Indonesia. ‘’Jika dilihat dari gejala dan jenis unggas yang terserang flu burung di desa Panasen ini, dicurigai varian baru dari virus flu burung yang lebih ganas, menyusul selain ayam juga ada bebek yang mati dengan jumlah yang banyak,’’kata Faizal.

Faizal menegaskan bahwa ini masih dugaan awal karena harus dibuktikan dalam uji laboratorium. Sampel yang diperoleh dilapangan akan diuji di laboratorium Balai Besar Veteriner Maros Sulawesi Selatan. Hasil ini nantinya akan menjadi acuan langkah yang akan dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus flu burung di Panasan Minahasa.

Bila dalam uji laboratorium didapati hasil virus flu burung di Desa Panasen Minahasa adalah varian baru,  maka Minahasa masuk dalam sedikit daerah yang terkena virus ini yang sebelumnya melanda di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  Faizal melanjutkan, bahwa sesuai prosedur penanganan yang harus diperhatikan masyarakat adalah biosecurity (keamanan lingkungan).

Selain itu perlu vaksinasi pada unggas yang sakit, depopulasi (pemusnahan populasi unggas) pada daerah yang terkena wabah, pengosongan kandang dan mengandangkan unggas. Soal penolakan masyarakat memusnahkan semua populasi unggas di Desa Panasen, Faizal mengatakan pemerintah setempat harus melakukan pendekatan pada masyarakat agar mau memusnahkan  unggas mereka. Menurutnya depopulasi ini masuk dalam pedoman pengendalian penyebaran virus flu burung.

Dibagian lain Kepala Puskesmas Kakas Barat Ria Tumiwa  menjelaskan, dari penelusuran pihaknya ke desa Panasan khususnya yang melakukan kontak langsung dengan unggas yang mati mendadak, hasilnya tidak ada laporan warga yang menunjukkan gejala flu burung sejak kasus kematian ayam dan bebek ini. Kendati demikian Tumiwa mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperhatikan gejala penyakit yang diderita. Menurutnya jika ada warga yang menderita demam disertai batuk dan sesak nafas harus segera memeriksakan diri di Puskesmas atau Rumah Sakit, menyusul flu burung sangat berbahaya bagi manusia sehingga harus segera mendapat penanganan medis.

Sebagaimana informasi dari Kumtua Desa Panasen Rosye Sangkoy, total unggas yang mati sebanyak 596 ekor, di antaranya 308 ekor ayam dan 288 ekor bebek, yang berasal dari 15 keluarga. Dari sejumlah unggas yang tersisa, ada beberapa yang sudah dimusnahkan petugas bahkan pemilik unggas sendiri, namun masih ada juga beberapa yang tersisa yang masih enggan dimusnahkan pemilik unggas yang ada.

Sementara itu,  Pemkab Minahasa dalam hal ini instansi terkait ternyata tidak memiliki persediaan vaksin virus H5N1. Vaksin tersebut hanya bisa dibeli di toko obat khusus hewan. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Minahasa Ir Frangky Polii  menjelaskan, sesuai aturan pemerintah memang tidak menyediakan vaksin flu burung.

Menurutnya kondisi ini berkaitan dengan prosedur penanganan penyakit pada hewan. Pemberian vaksin flu burung hanya bisa dilakukan pada ternak yang dikandangkan seharian, karena vaksin tersebut tidak akan efektif pada ayam yang dibiarkan berkeliaran.  Kendati demikian Polii mengatakan Pemkab Minahasa tidak hanya tinggal diam karena tetap akan membantu warga di Desa Panasen. Bantuan ini diberikan dalam bentuk penyemprotan desinfektan dan pembangunan posko pengawasan.(radiosion/jbr)