Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Wednesday, November 22, 2017
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Nasional » Sirait : Selamat Mubes Pertama IWO, Jadilah Sahabat Anak Indonesia

Sirait : Selamat Mubes Pertama IWO, Jadilah Sahabat Anak Indonesia 

IMG-20170909-WA0018

SULUTDAIL|| Jakarta –  Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeja Sirait  mengapresiasi terbentuknya Ikatan Wartawan Online (IWO) dan mendukung pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) IWO 2017.

“IWO diharapkan dapat memberikan berita aktual dan benar akurasi fakta dan datanya seraya mampu menangkal berita-berita hoax dan menangkal berita yang sengaja menanamkan paham-paham kebencian, kekerasan dan intoleransi kepada anak,” ungkap Arist melalui pernyataan tertulis, Jumat (8/9/17).

Dikatakannya, Mubes IWO harus menghasilkan rekomendasi dan menjadikan pewarta online mempunyai kesepakatan bersama (commond issue) bahwa IWO sebagai media online yang bersahabat dengan anak.

“Melalui Mubes IWO pertama harus menjadikan para pewarta dan media yang ramah dan bersahabat bagi anak di dunia dan secara khusus anak di Indonesia,” pintanya.

Berdasarkan penjelasan dari panitia pelaksana (panpel) Musyawarah Besar Ikatan Wartawan Online (IWO) dalam undangannya kepada Komnas Perlindungan Anak, hari Jumat (8/9/17) dan Sabtu (9/9/17) lebih kurang 300 orang pewarta online yang datang dari berbagai Provinsi, Kabupaten dan Kota di Indonesia berkumpul di Hotel Puri Mega, Jakarta Pusat.Mubes I IWO Bergulir, Dialog

“Kegiatan Musyawarah Besar para Pewarta Online yang diikat dalam satu organisasi yang diberi nama Ikatan Wartawan Online (IWO) untuk membahas dan menetapkan bahwa IWO organisasi pewarta sejajar dengan organisasi pers lain,” kata Arist mengapresiasi.

Sambungnya, serta menetapkan secara devinitif Kepengurusan IWO 2017-2022 serta menetapkan program dan komitmen pewarta online di Indonesia dengan menetapkan Tema Membangun Peradaban Era Digital.

“Kehadiran media baik online, elektronik, maupun cetak mempunyai peran yang sangat strategis untuk memberikan informasi, edukasi, serta pengetahuan kepada masyarakat. Bahkan media juga mempunyai tugas yang mulia untuk memberitakan penegakan kebenaran,” beber Arist.

“Bahkan peran media untuk mewartakan berbagai masalah masalah anak di Indonesia sangat dibutuhkan,” sambung Arist Merdeka Sirait.

Ketua Umum IWOPeran media juga sebagai kontrol sosial, lanjut Arist, terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan, aparatus penyelenggara negara serta pemangku kepentingan sangatlah diperlukan dalam mengisi kemerdekaan.

Diketahui, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen berbadan hukum yang mempunyai mandat, tugas pokok dan fungsi keorganisasian dari Perkumpulan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pusat untuk memberikan pelayanan pembelaan, advokasi, sosialisas dan perlindungan anak di Indonesia.

Diharapkan juga, lanjut Arist, IWO mampu pula mencerdaskan para pewarta untuk menjunjung tinggi hak dan privasi anak dalam segala bentuk pemberitaannya baik anak sebagai pelaku maupun korban.

“IWO harus menjadi yang terdepan untuk melindungi anak dari labelisasi akibat dari pemberitaan,” ujarnya.

Masih kata Ketua Umum Komnas Anak, anak harus sungguh-sungguh mendapat perlindungan dari berbagai pemberitaan misalnya, dalam pengungkapan nama, identitas, alamat rumah dan sekolah secara lengkap dari anak baik sebagai pelaku maupun korban termasuk keluarga apalagi gambar atau photo anak.

“IWO diharapkan menjadi pewarta dan media bagi predator untuk disiarkan karena perbuatan dan kejahatan terhadap anak dan yang telah merusak masa depan anak. Penyiaran identitas, nama, dan wajah para predator anak yang sudah ditetapkan hukum secara syah,” tegas Arist

“Tidaklah berlebihan jika nama, identitas dan wajah disiarkan kepada publik supaya mempunyai dan menjadi efek jera dan diketahui publik,” tandasnya.

Demi kepentingan terbaik anak, kata Arist, dan demi terhindarnya dan terlindunginya anak dari labelisasi dan dari berbagai pemberitaan yang dapat merugikan dan mencederai hak anak.

“Merujuk ketentuan UU RI No. 23 Tahun 2002 yang telah diubah menjadi UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak junto UU-RI tentang ITE, UU RI tentang Pers dan UU RI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” terangnya.

Dengan demikian seluruh pemberitaan Pewarta yang bergabung dengan IWO sungguh menjaga serta menjunjung tinggi privasi anak dalam setiap pemberitaannya baik anak sebagai pelaku maupun korban.

“Sekali lagi atas nama dewan komisioner Komnas Anak, anak Indonesia dan LPA se- Nusantara yang berafiliasi dengan Komnas Anak mengucapkan selamat bermusyawarah besar, IWO Sahabat Anak Indonesia,” pungkasnya.(Iwo/Jr)