Road to FESyar 2021, Implementasi Tiga Pilar Blueprint Pemulihan Ekonomi

Road to FESyar 2021, Implementasi Tiga Pilar Blueprint Pemulihan Ekonomi

SULUTDAILY|| Manado- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan ekonomi syariah Indonesia pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -1,72% (yoy) dibandingkan tahun 2019 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,71%.

“Di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia, dua sektor prioritas Rantai Nilai Halal/Halal Value Chain (HVC) mampu tumbuh positif meskipun tingkat pertumbuhannya melambat, yaitu pertanian dan makanan halal pertumbuhan kedua sektor tersebut dapat menahan kontraksi pertumbuhan sektor prioritas HVC lebih dalam,” kata Arbonas dalam sambutannya di acara Road to FESyar 2021 di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Kamis (08/04/2021).

Menurut Arbonas, peran Feksyar sebagai transformasi stuktural menjadi semakin relevan dan berjalan melalui tiga hal. Pertama, peran kebijakan syariah sebagai bagian dari bauran kebijakan BI, termasuk dalam sinergi antarotoritas.

Kedua, dukungan ketahanan usaha syariah melalui pemberdayaan ekonomi syariah yang berdasarkan prinsip kemitraan, baik pada UMKM syariah, maupun pada unit ekonomi pesantren.

Ketiga, melalui optimalisasi keuangan sosial syariah sesuai dengan prinsip penggunaannya secara inklusif dalam memitigasi peningkatan kemiskinan dan melebarnya ketimpangan.

“Dalam perannya sebagai bagian dari kebijakan utama BI, kebijakan feksyar berperan melalui kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial. BI sebagai otoritas moneter dan makroprudensial menempuh bauran kebijakan akomodatif secara prinsip syariah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, serta melakukan sinergi kebijakan antarotoritas,” ujarnya sambil menambahkan bauran kebijakan yang akomodatif ini ditempuh untuk mendukung likuiditas perbankan syariah yang pada gilirannya ditujukan untuk mendorong penyaluran pembiayaan syariah.

Saat pandemi, sektor prioritas ekonomi syariah, khususnya pertanian dan makanan minuman halal, masih terus tumbuh didukung pembiayaan syariah, meski masih terdapat gap pembiayaan. Perkembangan ini menyebabkan pangsa ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional terus meningkat.

Peningkatan ini juga diikuti oleh pangsa pembiayaan syariah melalui sukuk dan pembiayaan lembaga keuangan syariah, meski masih terdapat gap antara pembiayaan syariah dengan kebutuhan ekonomi syariah. Sementara peran keuangan sosial syariah sebagai alternatif sumber pembiayaan yang inklusif dan terus meningkat.

Kedepan, untuk mengoptimalkan fesyar sebagai sumber pertumbuhan baru, BI bersinergi dengan berbagai pihak termasuk dalam Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjalankan program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui implementasi 3 (tiga) pilar blueprint.

Ketiga strategi penguatan yang dilakukan di setiap pilar blueprint mencakup penguatan Infrastruktur termasuk digitalisasi, penguatan Kelembagaan dan perluasan Implementasi.

“Melalui tiga strategi ini, periode pemulihan serta akelerasi akan berjalan lebih efisien dan efektif dalam upaya pengembangan ekosistem yang selanjutnya tereskalasi dengan implementasi secara nasional,” jelas Arbonas.

BI Sulut berharap kegiatan Road to FESyar ini dapat menjadi salah satu langkah kita untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.

“Kami mengajak seluruh pihak khususnya generasi muda, untuk mengambil bagian dalam upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tersebut,” katanya.

Kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah 2021 di Sulawesi Utara dihadiri pelaku UMKM, Perwakilan Pondok Pesantren, Dewan Masjid, Majelis Taklim, Para Akademisi dan masyarakat umum yang diboboti dengan seminar, fasilitasi dan konsultasi sertifikasi halal, Business Matching pembiayaan syariah dan pembayaran digital khususnya QRIS (Quick Response code Indonesia
Standard);

Juga dimeriahkan dengan sejumlah
perlombaan seperti kesenian islam, nasyid, kaligrafi, qasidah, ceramah kultum, dan desain busana muslim; dan showcasing/promosi program pemberdayaan ekonomi umat yang dilakukan oleh lembaga pengelola zakat, infaq, shadaqah, dan waqaf (ZISWAF). (Jr)

CATEGORIES
Share This