Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Tuesday, November 21, 2017
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Bitung » Ribuan Tenaga Kerja di Bitung Menganggur, SBSI Sulut Bakal Gugat Class Action

Ribuan Tenaga Kerja di Bitung Menganggur, SBSI Sulut Bakal Gugat Class Action 

Ketua SBSI Sulawesi Utara (Sulut), Jemmy Mokolengsang, SH.MH

SULUTDAILYII Bitung- Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sulawesi Utara, Jemmy Mokolengsang, SH.,MH meminta pemerintah harus lebih adil dalam mengeluarkan kebijakan di sektor kelautan dan perikanan. SBSI Sulut menilai  sejumlah kebijakan yang dibuat pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini telah merugikan rakyat . ”  Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk mengevaluasi moratorium izin kapal ikan eks-asing dan larangan pemindahan muatan di laut atau transshipment telah membuat ribuan pekerja kapal dan pabrik pengolahan ikan menganggur,” kata Jemmy Mokolengsang.

Berakhirnya proses analisis dan evaluasi (Anev) kapal ikan buatan luar negeri yang dilakukan Satuan Tugas (satgas) Illegal Unreported and Unregulated fishing (IUU Fishing)  masih mengambang karena belum ada keputusan apapun pasca berakhirnya Anev.

Dikatakan Mokolensang kebijakan moratorium izin kapal eks asing  dan hasil  Anev) Satuan Tugas (satgas) Illegal Unreported and Unregulated fishing (IUU Fishing) telah mengakibatkan 5 Pabrik Ikan Kaleng di Bitung ditutup dan  akibatnya ribuan tenaga kerja di PHK . ”Banyak pengangguran terjadi, baik tanaga pabrik maupun nelayan yang bekerja di kapal asing,” kata Mokolengsang.

Terkait hal ini, SBSI Sulut meminta Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti harus bertanggung jawab atas kebijakan tersebut. ”Sebagai Ketua SBSI Sulawesin Utara saya siap menggugat class anction atas mengagurnya ribuan tenaga kerja yang  terjadi di kota Cakalang Bitung Sulawesul.Utara, tindakan Menteri Perikanan dan Kelautan sangat bertentangan dengan apa yang dicanangkan Presiden Jokowi yakni menciptakan lapangan kerja seluas luasnya,” kata pengacara berbakat asal Sulut ini sambil menambahkan bahwa rencananya sejumlah pengusaha pabrik di Bitung dan SBSI Sulut akan menghadap Presiden Jokowi untuk mencari solusi masalah ini. (Jr)