Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Friday, September 21, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Minahasa » Polres Minahasa Ungkap Tewasnya Solambela Jr Ditangan Ayah Kandung

Polres Minahasa Ungkap Tewasnya Solambela Jr Ditangan Ayah Kandung 

IMG_20180815_142624

SULUTDAILY|| Tondano – Kepolisian Resor Minahasa berhasil mengungkap peristiwa pembunuhan terhadap Daud Miracle Solambela (10) yang tewas diujung pisau dapur oleh tersangka yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri beberapa waktu silam.

Kapolres Minahasa AKBP Chris Pusung memberikan keterangan pers (15/8/2018) di Mapolres Minahasa, mengatakan setelah memastikan pelaku/tersangka pembunuhan yakni VSS alias Capsu (45) yang juga ayah korban. Kronologis kejadian yang terjadi di Desa Sendangan Kecamatan Kakas pada 12 Agustus 2018 seperti diuraikan Kapolres Minahasa bahwa tersangka ketika pulang ke rumah seusai menghadiri sebuah acara pemakaman, mendapati anak kandungnya Daud Miracle Solambela (korban) sedang bermain di dapur.

“Secara tiba – tiba tersangka mendorong anaknya dengan tangan kiri sehingga jatuh terbentur di tembok, kemudian mengambil pisau dan mengangkat kaos korban serta menusuk korban sebanyak dua kali dengan membiarkan pisau tertancap di perut, selanjutnya berteriak pada masyarakat meminta tolong bahwa korban telah bersimbah darah untuk dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Pusung. Dijelaskan pula, dari pengakuan tersangka menyatakan dirinya sedang emosi dan marah akibat korban terlalu lama bermain di luar rumah.

Dari fakta penyelidikan dan penyidikan, menurut Pusung bahwa sesuai alat bukti visum dan keterangan saksi, termasuk hasil interogasi pada pelaku/tersangka, maka Polres Minahasa menetapkan VSS alias Capsu yang juga ayah korban sebagai tersangka tunggal. Atas perbuatannya, tersangka dituntut dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara. (davyt)