Penyandang Disabilitas Komunitas Kaleb  Sulut Inovatif Saat Pandemi Covid-19

Penyandang Disabilitas Komunitas Kaleb Sulut Inovatif Saat Pandemi Covid-19

SULUTDAILY|| Bitung- Jelang 2 tahun melewati masa Pandemi Covid-19, 40 penyandang disabilitas yang tergabung dalam Komunitas Kaleb Sulut melakukan hal-hal positif dan inovatif. Memperkuat literasi baca tulis, ketrampilan membuat kopi dan menu cafe.

Menurut Pendiri Komunitas Kaleb, Chira Dona Ginting saat ini mereka sedang mengembangkan cafe literasi Ruang Kafe dan TBM Teman Luar Biasa yang berbasis inklusif di Kota Bitung.

” Cafe ini merupakan fasilitas bagi beberapa anggota komunitas yang berkesempatan bekerja dan juga belajar berinteraksi dengan masyarakat,” kata Chira kepada sulutdaily.com Selasa (07/09/2021).

Dikatakan Chira, Covid-19 sangat berdampak terhadap aktivitas mereka sehingga memutuskan untuk tidak berkegiatan dulu. ” Salah satu keputusan yang kami ambil adalah menunggu anggota menuntaskan vaksin kedua, kemudian akan kembali berkegiatan,” ujar Chira sambil menambahkan, protokol kesehatan yang ketat juga selalu menjadi perhatian untuk dilakukan.

Komunitas Kaleb Sulut memiliki cafe yang mayoritas baristanya merupakan penyandang tuna rungu.” Saat ini kami fokus di literasi baca tulis dan keterampilan membuat kopi dan menu kafe. Juga sedang melakukan konsolidasi anggota. Sebelumnya terdata terdapat 40 orang tergabung dalam komunitas, dan akan dievaluasi pada tanggal 13 september ini saat HUT Kaleb Sulut. Angka ini kemungkinan berubah mengingat beberapa anggota pindah ke gorontalo dan di luar sulawesi utara,” katanya.

Apakah penyandang disabilitas dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif? Bisa, kata Chira tapi harus dilihat dari tingkatannya dulu. Jika masih golongan ringan dan sedang maka masih bisa memiliki harapan menjadi masyarakat produktif.

” Sejak tahun 2018 Komunitas Kaleb Sulut sudah fokus kepada keterampilan kerja dan hidup. Beberapa dari mereka kini bekerja lebih baik dan memiliki perkembangan segi akses yang baik,” ungkap Chira yang setia mendampingi para tuna rungu ini.
.
Kebutuhan penerjemah bahasa isyarat atau kerap disebut juga dengan istilah juru bahasa isyarat (JBI) sangat dibutuhkan komunitas Kaleb. ” Dengan adanya JBI di Kota Bitung dan secara resmi digunakan pada program pemerintah, maka akan sangat membantu masyarakat tuna rungu semakin paham informasi terkini.

Kepedulian terhadap masyarakat tuna rungu ini, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dalam berdialog dengan masyarakat lewat program Ruang Sepakat, Selasa (03/08/2021) menggunakan JBI. Kegiatan ini rutin dilakukan Pemkot Bitung setiap bulan sekali untuk mendengar aspirasi masyarakat. ” Pemkot Bitung berharap informasi pemerintahan dan sosial kemasyarakatan dapat tersampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat,” harapnya.

Pemkot Bitung gunakan JBI di acara Ruang Sepakat

Saat itu, tampil sebagai sebagai juru bicara isyarat adalah Dona Chira yang tak lain adalah Ketua Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb) Sulut.

Dona sendiri mengaku senang dan bangga ikut dilibatkan dalam Program Ruang Sepakat yang notabene menjadi rujukan kaum disabilitas tunarungu dan tunawicara di Kota Bitung mendapatkan informasi.( Jr)

CATEGORIES
TAGS
Share This