Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Wednesday, October 17, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Pemkab Mitra Canangkan Imunisasi Massal Cegah Measles-Rubella

Pemkab Mitra Canangkan Imunisasi Massal Cegah Measles-Rubella 

_IMG_000000_000000

SULUTDAILY, Belang – Bertempat di SD N 1 Belang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), melalui Bupati James Sumendap SH, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Drs.Robby Ngongoloy ME.MSi, mencanangkan kampanye dan introduksi imunisasi Measles-Rubella(MR), Rabu (1/8/2018).

Pada agenda tersebut, Sekda membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI, tentang bagaimana Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian Rubella/kecatatan yang disebabkan oleh infeksi rubella saat kehamilan pada tahun 2020 nanti. Oleh karena itu, salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mencapai maksud tersebut adalah dengan melaksanakan kampanye (Imunisasi massal) serta introdyksi imunisasi campak/measles dan Rubella(MR), yang bertujuan untuk memutus transmisi penularan virus ini.

“Dalam rangka imunisasi massal tersebut, saya mengajak dinas atau lembaga terkait beserta seluruh perangkat kerjanya, juga organisasi masyarakat maupun sipil, untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam imunisasi massal MR,” ajak Robby.

Kepala Dinas Kesehatan dr.Helmy Ratuliu mengatakan bahwa, sasaran pelaksanaan imunisasi massal MR sejak anak berusia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Pada bulan Agustus, jumlah sasarannya 24.258 anak terbagi dari 385 Sekolah yang ada di Mitra. Mulai dari PAUD, TK, SD/MI sederajat, SMP, MTS sederajat dan SLB.

Kemudian selanjutnya pada bulan September nanti, imunisasi MR akan dilaksanakan di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas dan juga pos imunisasi lainya dengan sasaran anak usia sembilan bulan serta kurang dari usia 15 tahun yang belum atau tidak bersekolah. Kegiatan ini diberikan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya serta bersifat wajib bahkan tidak memerlukan ijin tertulis. (Hengly Langoy)