Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Sunday, January 21, 2018
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Manado » Walikota Manado Nonton Pidato Presiden RI

Walikota Manado Nonton Pidato Presiden RI 

Pemerintah Kota Manado Nonton Pidato Presiden RI.(Foto.humas)

SULUT DAILY|| Manado – Walikota Manado,  Vicky Lumentut  dan Wakil Walikota   Harley. A. B. Mangindaan,  beserta Sekretaris Daerah Kota Manado, Ir. MHF Sendoh, hari ini mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono bertempat di Kantor DPRD Kota Manado, Jumat (16/08/2013).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daearah (DPD) di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Ini merupakan keempat kalinya Presiden membacakan pidato kenegaraan di hadapan sidang bersama. Bertindak sebagai ketua sidang tahun ini adalah Ketua DPD Irman Gusman.

Di awal pidatonya, Presiden SBY mengucapkan selamat Idul Fitri kepada kaum muslimin dan muslimat di seluruh Tanah Air. “Sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan pribadi yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, minal aidin wal faidzin,” ujar SBY.

Toleransi dan penghormatan terhadap kemajemukan adalah poin penting yang disampaikan oleh Presiden SBY pada pidato kenegaraannya. SBY antara lain menjelaskan bahwa kemajemukan merupakan hakikat Indonesia yang harus dipertahankan. Kepala Negara juga menyatakan bahwa perbedaan tidak bisa dijadikan alasan bagi tindakan kekerasan. “Kita harus memaknai kemajemukan ini, harus cegah benturan dan kekerasan komunal. Kita tidak membeda-bedakan orang serta kelompok,” ujar SBY.

Sesuai dengan konstitusi, menurut SBY, tidak diperkenankan adanya pembedaan terhadap individu dan kelompok, sebab setiap individu memiliki hak untuk hidup. Perbuatan kelompok radikal yang kerap main hakim sendiri dan melakukan kekerasan terhadap agama, aliran atau latar belakang tertentu jelas menyimpang dari konstitusi yang menjadi dasar negara.

Menurut Presiden SBY dialog dan diskusi menjadi pilihan ketika terjadi gesekan dan ketidakpahaman antarsatu kelompok dengan lainnya. Pemahaman mengenai kemajemukan dan perbedaan, kata SBY, harus pula disampaikan sejak dini kepada putra-putri Indonesia, agar mereka tumbuh menjadi orang-orang yang menghargai hak-hak manusia dalam perbedaan.

Berkaitan dengan itu, lebih jauh, SBY pun meminta agar para guru dan orang tua mendidik siswa dan anak-anaknya terkait penghormatan atas kemajemukan tersebut.

Sebelumnya, Ketua DPD Irman Gusman dalam sambutannya mengingatkan, seluruh elemen bangsa untuk menjaga agar jangan terjadi kemerosotan rasa nasionalisme dan moralitas untuk menegakkan harkat serta martabat bangsa Indonesia. “Peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI hendaknya menjadi momentum dan menegaskan kembali komitmen bernegara sesuai amanat yang tertuang pada UUD 1945. Jangan biarkan merosotnya semangat dan nasionalisme, sebagai modal untuk meningkatkan daya saing Indonesia terhadap bangsa-bangsa lain di dunia,” kata Irman Gusman.

Hadir dalam Pidato Kenegaraan  dan Pengantar /Keterangan Pemerintah di Kantor DPRD Kota Manado, Ketua DPRD Kota Manado, Drs. Denny Sondakh, Dandim 1309 Manado, Letkol.Inf. Indarto Kusnohadi, Kapolresta Manado Kombes Pol Amran Ampulembang, perwakilan dari Kajari Manado dan Kepala-Kepala SKPD serta Camat dilingkungan Pemerintah Kota Manado.(jbr/humas)