Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Saturday, May 27, 2017
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Manado » Pantau Harga, Sekjen Kemendag Blusukan di Pasar Ritel Modern di Manado

Pantau Harga, Sekjen Kemendag Blusukan di Pasar Ritel Modern di Manado 

P_20170509_164130_vHDR_Auto

SULUTDAILY|| Manado-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Karyanto Suprih pada Selasa (09/05), blusukan di sejumlah pasar modern dan gudang yang ada di Kota Manado.

Hal tersebut sebagai upaya untuk memastikan bahwa tiga komoditas yang meliputi gula pasir, minyak goreng serta daging benar-benar dijual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Alhasil tidak semua aturan tersebut direalisasikan oleh manajemen toko ritel modern. Terbukti pada saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Multi Mart Paal II, didapati minyak goreng dijual di atas Rp11 ribu per liter.

“Apapun kemasan minyak goreng yang dijual. Apakah itu premium maupun sederhana pihak toko retail modern wajib menyiapkan kemasan dengan harga Rp11 ribu, jika tidak akan kami berikan sanksi. Demikian juga dengan gula harus dijual dengan harga Rp12,500 per kilogram,” ungkap Suprih sembari mengingatkan bahwa ketentuan ini sudah berlaku sejak April 2017.

Lanjut kata dia, jajaran Kemendang yang melakukan kunjungan di seluruh propinsi yang ada di Indonesia tersebut diharapkan dapat menyeragamkan harga 3 komoditas utama.

“Manado ini merupakan kunjungan yang 30 sekian. Hal ini untuk peningkatan koordinasi kebijakan yang telah disampaikan pemerintah bahwa komoditi gula harus dijual Rp 12,500 per kilogram, minyak goreng Rp11 ribu per liter dan daging Rp80 ribu per kilogram,” tandasnya.

Memang akan kebijakan ini sempat ada kendala. Karena pihak manajemen berdalih dengan alasan stok lama. “Tetapi masalah kemasan harus sudah selesai semua. Terserah mau jual premium ataukah kemasan biasa tetapi harga harus sesuai ketentuan,” sebutnya kembali.

Setiap toko retail modern, ucapnya, wajib menjual dengan harga yang ditetapkan. Tetapi jika ada yang bandel, maka pihaknya tak segan-segan menempuh cara tegas. Bahkan sikap yang sama juga akan ditempuh ketika didapati ada ritel yang menjual wortel import.

“Kita akan cabut izinnya dan tidak usah dagang lagi. Ini sudah kesepakatan. Kalau kita temukan ada ritel yang tidak berpihak pada rakyat maka Dinas Perindag harus mengambil langkah tegas,” tandasnya.

Lebih jauh, kepada masyarakat Manado yang akan menyambut datangnya Bulan Ramadhan, Suprih mengingatkan bahwa stok aman hingga beberapa bulan ke depan.

“Setelah kita melakukan pantauan ke sejumlah distributor, stok dalam jumlah yang mencukupi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kekosongan,” ucapnya turut diiyakan Lingkam pemilik CV Ikhtiar Manado.

“Iya stok yang kita siapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan. Kita sudah mengantisipasi kenaikan hingga 25 persen,” kata Lingkam.

Diketajui, agenda blusukan Sekjen Kemendag ini didampingi Kepala Disperindag Provinsi Sulut, Ir Jenny Karouw MSi dan jajarannya dengan melakukan sidak di Giant Kairagi, Multi Mart Paal II, Hypermart Manado Town Square dan distributor CV Ikhtiar Manado.(hld)