Mobil Sampah Bakal ‘Angkut’ Ratusan Kuntua ke Polres Minahasa

Mobil Sampah Bakal ‘Angkut’ Ratusan Kuntua ke Polres Minahasa

Jajaran Polres Minahasa sepertinya bakal kerja extra ditahun 2021. Setelah menuntaskan 3 kasus hanya dalam waktu 10 hari awal Januari, tim penyidik yang dinahkodai Kasat Reskrim AKP Sugeng W S mulai menyasar dugaan penyelewengan penggunaan dana desa (DD) tahun 2020.

Sejumlah sumber menyebutkan objek penyelidikan adalah terkait pengadaan angkutan atau mobil sampah. Diduga terjadi korupsi terstruktur yang dimulai dari perencanaan, pengadaan sampai pembelian angkutan sampah tersebut.

Para hukum tua disinyalir diarahkan sejumlah oknum pejabat di Pemkab Minahasa untuk pengadaan mobil sampah melalui Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes, kemudian difasilitasi membeli kendaraan ke dealer. Setelah membeli, para hukum tua tersebut diduga mendapat uang kembali atau cashback sekitar Rp. 20 juta.

Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Sugeng W S membenarkan penyelidikan dugaan korupsi DD tersebut. Puluhan kuntua sudah dipanggil sejak Senin (11/1) kemarin.

“Masih proses lidik di unit Tipikor, para kumtua sudah dipanggil mulai Senin kemarin dan hari ini. Intinya kita masih lidik, masih dipelajari, kroscek dulu mulai dari mekanismenya dan lainnya,” ungkap Sugeng kepada sulutdaily.com Selasa (12/1).

Jumlah desa yang ada di Minahasa yaitu  227 desa. Jika semua desa mendapat membeli mobil sampah dan mendapat casback Rp. 20 juta maka dana yang menguap mencapai Rp. 4.5 Miliar lebih.

Sementara itu Asisten I Setdakab  Minahasa Dr. Denny Mangala membantah jika semua desa sudah membeli mobil sampah. Menurutnya program mobil sampah itu telah dimusyawarahkan di tingkat desa yang bertujuan untuk mewujudkan kebersihan dan keindahan di Minahasa. Namun karena Covid untuk pengadaan mobil sampah dialihkan atau  mengalami refocusing. “Demikian juga di Desa Desa. Hanya saja ada sebagian desa yang sudah melakukan pencairan awal sehingga sudah membeli kendaraan sampah tersebut, tapi paling banyak desa belum membeli dan dananya sudah diarahkan untuk membantu masyarakat dalam rangka Covid melalui BLT,” kata Mangala.

Ketua Gugus Tugas Covid19 Minahasa ini  menambahkan bagi desa yang sudah membeli kendaraan sampah tersebut dilakukan langsung oleh Desa dan Pemda tidak melakukan intervensi. “Kalau ada hal hal yang terkait pembelian kendaraan tersebut bisa ditanyakan langsung ke desa yang sudah membeli,” jelasnya.(monchi)

CATEGORIES
Share This