Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Sunday, May 27, 2018
  • JW Digital Printing Cetak Baliho Dengan Harga Rp.30.000/meter..Materi Baliho Kirim di WA:081340733991 ..Design Gratis!!
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Minahasa » KPU Minahasa Sasar Pemilih Perempuan

KPU Minahasa Sasar Pemilih Perempuan 

IMG_20180509_112716

SULUTDAILY|| Remboken – Geliat KPU Minahasa dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada terus bergulir. Strategi segmentasi target group dalam sosialisasi Pilkada menjadi rujukan.

Setelah sebelumnya fokus pada ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemilih pemula, kali ini segmen penting yang disasar KPU minahasa adalah Pemilih Perempuan.

Terkait hal ini, sosialisasi pada pemilih perempuan digelar di Kecamatan Remboken, (7/5/2018). Ketua KPU Minahasa Meidy Tinangon sekaligus Korwil II, menjelaskan bahwa sosialisasi untuk pemilih perempuan di wilayah II telah digelar sebelumnya di Kecamatan Tondano Selatan, Tondano Utara dan Tondano Barat.

Di Remboken, Tinangon dalam penyampaian materi menyinggung peran vital perempuan Minahasa dalam dunia politik. “Laki-laki dan perempuan sama kedudukan serta hak dan kewajiban dalam politik termasuk dalam hajatan Pilkada,” ungkap Tinangon.

Dikatakannya, sejak dulu perempuan Minahasa telah menunjukan peran yang besar dalam memimpin atau menentukan pemimpin, sambil mencontohkan tokoh Maria Walanda Maramis pejuang keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, Minahasa Raad atau Dewan Minahasa di era kolonial.

“Kita berharap peran perempuan dalam Pilkada 2018 juga akan makin signifikan. Sekalipun tak ada perempuan sebagai calon tetapi pemilih perempuan harus tampil sebagai motor dalam mewujudkan pilkada yang kredibel dan aman,” kata Tinangon.

Dijelaskan, selain menngunakan hak pilih, peran lainnya bagi perempuan adalah dengan menjadi penyelenggara Pemilu, menjadi pengawas atau pemantau ataupun juga turut memainkan peran sebagai insan peneduh dan pembawa suasana damai di massa Pilkada yg dimulai dari relasi dan komunikasi ibu dengan suami dan anak-anak,” ungkap Tinangon. (davyt)