Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Wednesday, December 13, 2017
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Minahasa » Korban Bencana Desa Tateli, Terparah di Minahasa

Korban Bencana Desa Tateli, Terparah di Minahasa 

Rincian Korban Bencana Desa Tateli dan Tateli Tiga

SULUTDAILY|| Minahasa- Dua desa di Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa yaitu Desa Tateli dan Tateli Tiga merupakan wilayah terparah yang terkena dampak banjir bandang yang melanda Sulawesi Utara pada Rabu Kelabu, (15/01/2014) lalu. Menurut data yang diperoleh Sulutdaily.com dari Camat Mandolang Royke Monginsidi S.Sos menyebutkan bahwa total korban banjir  di dua desa yakni  korban tewas 3 Orang, 2 orang korban luka, 31 rumah hancur/hanyut, 18 rumah rusak berat , 55 rumah rusak sedang karena tertimbun lumpur  dan 385 warga mengungsi di empat  lokasi; Posko GMIM Getsemani, Posko GMIM Theodoron, Posko Kelapa Gading/Rumah Penduduk dan Posko Katholik.

”Korban jiwa 3 orang itu adalah Sherly Goni warga Tateli, Adrintje Makanoneng dan Lin Rompas-Masinggo. Sherly tewas terseret banjir, Adrintje tewas terhimpit kayu besar dalam rumahnya dan Lin meninggal karena shock di lokasi pengungsian,”kata  Camat Mandolang Royke Monginsidi S.Sos didampingi hukum tua Tateli dan Tateli Tiga, Sabtu (18/01/2014).

Menurut Jhoni, warga Tateli kejadiannya begitu cepat, untunglah bencana datang pagi hari disaat warga semantara beraktivitas. ” Kalu malam itu banjir, pasti banyak korban jiwa,” kata Jhoni. Menurutnya rumah yang hanyut sebagian besar adalah rumah yang ada di bantaran sungai.

Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, saat mengunjungi lokasi bencana di Tateli mengakui bahwa memang dua desa di Kecamatan Mandolang ini adalah yang terparah. ” Menang ini yang terparah di Minahasa, Pemkab pasti akan mencari solusi bagaimana caranya kedepan pengurangan risiko bencana di Kecamatan Mandolang ini akan berjalan dengan baik,”kata Ivansa.  (JbR)

 

 

 

 

 

Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang saat berkunjung ke lokasi banjir menyatakan bahwa bencana yang terjadi di Desa Tateli dan Tateli Tiga adalah yang terparah dan memakan korban yang banyak.