Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Friday, July 28, 2017
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Minsel » KKT UNSRIT Dan Yayasan PEKA Laksanakan Penyuluhan Pelatihan Di Desa Lopana 1

KKT UNSRIT Dan Yayasan PEKA Laksanakan Penyuluhan Pelatihan Di Desa Lopana 1 

Pelatihan Pertolongan Pertama

SULUTDAILY||Lopana – KKT UNSRIT mengelar program penyuluhan dan pelatihan pengurangan resiko bencana dan Pertolongan pertama pada kecelakaan sebagai bentuk program penguatan masyarakat di desa Lopana 1 kabupaten Minahasa Selatan pada sabtu (17/6/2017).

Program ini bekerjasama dengan Yayasan Pelita Kasih Abadi (YPEKA) yang selama ini termasuk fokus dalam kampanye resiko pengurangan resiko bencana dan kampanye anti Traficking atau PTPPO..

Acara tersebut dibuka hukum tua desa Lopana 1, Ir. A.J Sumarap. Dalam sambutanya hukum tua berharap masyarakat desa Lompana 1 dapat mengambil pengetahuan maupun keterampilan dari penyuluhan dan pelatihan yang akan dilaksanakan serta bisa menjaga lingkungan sekitarnya dari bahaya bencana akibat perilaku manusia.

Menurut ketua KKT Unsrit 2017 dari kelompok VI yang bertugas di desa Lompana 1, Syella Tiwow, program KKT Unsrit diharapkan memberikan dampak nyata bagi kapasitas masyarakat, terutama sumberdaya manusia dalam menghadapi persoalan dilingkungan tempat tinggalnya, termasuk soal kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup sekitarnya.

Syella juga menambahkan, kelompoknya berupaya keras memberikan yang terbaik untuk kemajuan desa Lompana 1 agar KKT Unsrit memjadi pembelajaran bagi mereka dalam mengabdikan diri sesuai ilmu yang didapatkan dalam pendidikan selama ini.

Dalam kesempatan tersebut Yayasan PEKA membuka pertemuan dengan sosialisasi pencegahan Traficking atau Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Menurut Sonny Thios Brant sebagai Direktur Yayasan PEKA, Minahasa Selatan termasuk daerah yang rentan terhadap perdagangan manusia. Oleh sebab itu masyarakat harus memahami bagaimana bentuk dan praktek perdagangan perempuan dan anak dibawah umur, pelaku sering mengunakan tipu daya dengan rayuan manis memberikan pekerjaan dan gaji tinggi diluar daerah.

Kemudian acara dilanjutkan dengan bagaimana perangkat desa dengan partisipasi masyarakat membuat perencanaan pengurangan resiko bencana. Selain itu masyarakat dibekali pelatihan pertolongan pertama

Masyarakat terlihat antusias belajar sekaligus mempraktekan pelatihan pertolongan pertama yang diberikan.

Masyarakat merasa pelatihan pertolongan pertama sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan pembagian buku panduan pertolongan pertama bagi peserta pelatihan dan aparat desa yang diserahkan oleh mahasiswa KKT Unsrit kelompok VI yang diterima secara simbolik oleh sekertaris desa Juffry Dumangi.(Frans K L)