JWS Jangan Generalisasi Semua LSM Memeras

JWS Jangan Generalisasi Semua LSM Memeras

SULUTDAILY|| Minahasa – Dalam seminggu terakhir ini, kabupaten Minahasa (induk) dihebohkan dengan oknum wartawan yang juga mengaku dari LSM yang berkunjung ke sekolah-sekolah kemudian ujung-ujungnya meminta duit. Berbagai media lokal memberitakan hal ini, tak terkecuali bupati Minahasa Jantje W. Sajow (JWS) ikut memberikan komentar di akun facebook nya yang kemudian komentar bupati tersebut di release oleh beberapa media lokal.

Ketua LSM Pelita Klabat Harschel Najoan, kamis (29/9/2016)  menyatakan keberatan dengan statement bupati yang terkesan men generalisasi seakan-akan semua LSM memeras. Dalam pernyataannya, bupati JWS menulis “Instruksi, Bupati minta agar seluruh SKPD, sekolah tidak melayani siapapun yang datang atas nama LSM, atau apapun bentuknya, jika ada yang datang minta dokumen apalagi ujung-ujungnya minta uang, segera lapor ke aparat terdekat”.

Lebih lanjut Harschel mengatakan bahwa kalimat tersebut adalah bentuk generalisasi yang membentuk opini negatif terhadap seluruh LSM padahal hanya segelintir kecil  “oknum” LSM yang demikian dan cenderung LSM bodong.  Ada oknum LSM bodong yang tidak benar bukan berarti harus menutup pintu terhadap seluruh LSM.

Harschel juga mengatakan bahwa keberadaan LSM didukung oleh konstitusi dan undang-undang. Seharusnya pemerintah memposisikan LSM sebagai mitra kerja. Bilamana ada LSM yang ngawur seharusnya dibina dan bila tidak bisa dibina bubarkan saja dan larang untuk beroperasi seperti LSM yang bertindak anarkis.

Beliau juga mengatakan “LSM kami berbeda dengan LSM lain, kami bina petani untuk bisa bertani dengan cara yang lebih baik yaitu dengan program organik, kami latih warga untuk mengelola sampah rumah tangga, kami juga programkan melatih pemuda berwirausaha dengan berbagai program, ketika bencana banjir, gunung meletus dan lain-lain kami hadir untuk memberikan bantuan kepada warga, jadi tidak semua LSM negatif, tutupnya.

TAGS
Share This