Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Sunday, June 24, 2018
  • JW Digital Printing Cetak Baliho Dengan Harga Rp.30.000/meter..Materi Baliho Kirim di WA:081340733991 ..Design Gratis!!
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Hukum & Kriminal » Pantau Tragedi Bom Gereja, Jokowi Tiba di Surabaya

Pantau Tragedi Bom Gereja, Jokowi Tiba di Surabaya 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) . Foto : Biro Pers Kepresidenan

 SULUTDAILY|| surabaya-Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Surabaya untuk memantau situasi pascaledakan bom di 3 gereja pagi ini. Jokowi tiba di Lanud AL Djuanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/05/2018) pukul 14.40 WIB disambut Gubernur Jatim Soekarwo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno, Menko Polhukam Wiranto, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Mereka terbang dengan pesawat kepresidenan. Presiden Joko Widodo membatalkan seluruh agendanya hari ini

Seperti diketahui  bahwa hingga saat ini ledakan bom pagi tadi terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya di Jl Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jl Arjuna. Sejauh ini, ada 11 korban tewas dan 41 orang luka-luka akibat kejadian itu.

Sementara itu, Menyikapi peristiwa pengeboman di Gereja di Surabaya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyerukan mengutuk keras tindakan biadab pelaku pengeboman. Terorisme adalah kejahatan luar biasa dan tidak dibenarkan oleh agama manapun.  Meminta seluruh jurnalis TV berpegang teguh pada kode etik dan P3SPS dalam meliput peristiwa teror bom di Surabaya.Tidak mengeksploitasi visual berdarah korban tragedi bom dilayar kaca

IJTI juga mengingatkan untuk memverifikasi dan mengkonfirmasi setiap informasi terkait teror bom secara benar sebelum dipublikasi. Tidak ikut menyebarkan dan men-share gambar atau video korban teror bom di media sosial atau applikasi percakapan.Tidak menggunakan narasumber yang bisa memperkeruh situasi.

” Selain menggali persoalan teror yang sebenarnya, jurnalis harus mendorong dan mendukung aparat kepolisian menangani kasus ini secara menyeluruh dan tuntas. Jurnalis harus ikut serta menjaga stabilitas nasional, dengan terus menumbuhkan harapan serta tidak menimbulkan ketakutan dimasyarakat,” kata Ketua Umum PP IJTI Yadi hendriana dan Indria Purnama Hadi, Sekjen IJTI dalam rilisnya.(Jr/*)