Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Tuesday, September 19, 2017
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Minahasa » Irjen Kemenristek Dikti ‘Bersih Bersih’ Unima

Irjen Kemenristek Dikti ‘Bersih Bersih’ Unima 

Irjen Kemenristek Dikti 'Bersih Bersih' Unima Manado

SULUTDAILY|| Manado- Irjen Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti ) yang juga adalah Plt Rektor Unima,Prof DR Jamal Wiwoho SH mengakui bahwa saat ini Kemenristek Dikti sedang melakukan ‘bersih bersih’ dan penyelamatan darurat di Unima. ” Kondisi Unima sudah sangat memprihatikan, kami harus menyelamatkan Unima . Begitu banyak masalah yang harus diselesaikan satu persatu ”kata Wihoho SH saat Hearing Komisi IV dan Unima Kamis (01/05/2016).

Prof DR Jamal Wiwoho  menegaskan berkomitmen besar melakukan untuk melakukan perbaikandi UNIMA akan dijalankan dengan sebaik baiknya. Proses pergantian rektor telah mekanisme aturan dan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan asas demokrasi. “ Saya datang di Unima untuk memberikan secerca harapan ,” ujar Wiwoho.

Disinggung Plh Rektor Unima kenapa harus dijabat oleh pejabat di kementerian, Wibowo menegaskan bahwa dirinya terpanggil melayani sebagai seorang pendidik. ”saya tidak relah Unima di obok-obok, saya tidak relah di cap sebagai produk ijasah ilegal. Saya adalah guru, saya pendidik, saya cinta pendidikan dan saya loyal kepada atasan, ” jelas  Wiwoho.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Ketua Komisi IV, James Karinda berharap kasus Unima segera dituntaskan dan melantik Rektor terpilih, Prof. H Lumapow. Angouw sebagai koordinator Komisi IV dalam hearing dengan tegas menyatakan, jangan permalukan Perguruan Tinggi Sulut dalam polemik yang terjadi di Universitas Negeri Manado. ” Kami mendukung dilakukan pembenahan semua yang tidak baik di Unima. Tapi jangan terlalu lama, waktu 2 bulan cukup bagi Wiwoho, setelah itu lantik Rektor yang sudah terpilih secara demokrasi. Jika dibiarkan lama kami menganggap ini sudah ada interfensi dari Kemendikti,” aku James Karinda.(Jr)