Gelar Reses, Warga Sarawet Minta Gerrit Luntungan Perjuangkan Pemekaran Rasaan

Gelar Reses, Warga Sarawet Minta Gerrit Luntungan Perjuangkan Pemekaran Rasaan

SULUTDAILY|| LIKUPANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara, Gerrit Luntungan, melakukan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Legislator dari Dapil Likupang Timur, Likupang Barat dan Wori ini pun turun reses ke Desa Sarawet pada Rabu (26/08/2020).

Banyak warga yang menyampaikan aspirasi mereka secara langsung saat pertemuan maupun secara pribadi usai pelaksanaan reses yang berlangsung di Balai Desa Sarawet ini. Berbagai hal yang dibahas dan disampaikan antara lain terkait usulan pemekaran desa yaitu Dusun Rasaan yang ada di ujung Desa Sarawet.

Masyarakat berharap Dusun Sarawet dimekarkan menjadi dua desa karena jumlah penduduk, pemukiman dan bangunan rumah yang terus bertambah. Perlu diketahui saat ini, Desa Sarawet terpisah dalam tiga dusun yaitu Dusun Sarawet Jaga 1, Dusun Kuala Batu Jaga 2 dan 3 serta Dusun Rasaan Jaga 4 dan 5. Jika pemekaran kemungkinan akan dibagi dua dengan batas sungai di Dusun Kuala Batu.

Suasana Reses Anggota DPRD Gerrit Luntungan di Desa Sarawet. (ist)

“Pemekaran desa tentunya merupakan hal yang baik jika sudah memenuhi syarat dan aturan yang berlaku. Nah, sekarang sudah bisa dipersiapkan dokumen yang dibutuhkan supaya jika moratorium dibuka langsung bisa ditindaklanjuti,” ucap Gerrit Luntungan yang juga Bendahara Komunitas Likupang Raya (KLiR) ini.

Aspirasi lainnya yang disampaikan sejumlah masyarakat Desa Sarawet dalam reses kali ini antara lain berharap segera dibangun jalan penghubung antar Desa Sarawet dan Desa Paslaten serta Jalan penghubung Desa Sarawet dan Dusun Batuwoka di ujung Desa Likupang Dua.

“Jalan ini memang bisa menjadi jalan alternatif dan menunjang KEK Likupang dan tentunya aspirasi ini akan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku,” ungkap Luntungan.

Adapun usulan lainnya saat reses di Desa Sarawet adalah masalah honor perangkat desa yang suka ngadat alias tidak dibayarkan rutin tiap bulan, tidak ada lampu jalan, bantuan untuk UMKM, dana duka dan tunjangan rohaniawan.

“Tugas saya sebagai wakil rakyat adalah menyerap aspirasi masyarakat dan berusaha memperjuangkannya sebagaimana aturan yang berlaku. Terkait pembangunan jalan misalnya, tentunya harus melalui perencanaan, pengusulan, penganggaran sampai realisasinya harus dikawal,” kata Luntungan. (yr)

CATEGORIES
TAGS
Share This